BONDOWOSO – Gas beracun yang dikeluarkan Kawah Ijen membuat Taman Wisata Alam di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondosowo, Jawa Timur tersebut ditutup sementara.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen Bambang Heri Purwanto menyatakan pihaknya merekomendasikan untuk penutupan jalur pendakian ke Gunung Ijen karena adanya gas beracun yang masih diselidiki penyebabnya oleh petugas di lapangan.
Warga di Kali Banyupahit dan Watucapil Bondowoso mengalami keracunan gas yang berasal dari Kawah Ijen di daerah Banyupait Sempol Bondowoso. Bahkan sebagian korban yang terdampak gas beracun sudah dibawa ke Puskesmas Sempol dan RSUD Bondowoso.
“Selama dua hari ini aktivitas kegempaan Gunung Ijen yakni gempa vulkanik dangkal mengalami peningkatan, namun tidak signifikan. Berdasarkan data, pada 18 Maret tercatat 11 kali gempa vulkanik dangkal dan pada 20 Maret terekam 22 kali gempa vulkanik dangkal, namun status Gunung Ijen masih normal,” tuturnya, Kamis (22/3/2018), dilansir Antara.
Menurutnya petugas masih turun ke lapangan untuk mengetahui penyebab ke luarnya gas beracun tersebut. Beberapa hari terakhir curah hujan di kawasan lereng Gunung Ijen juga tinggi, namun pihaknya masih belum bisa memberikan penjelasan secara detail terkait penyebab gas beracun di Kawah Gunung Ijen tersebut.





