WNI di Wuhan Mengaku Masih Diam di Asrama ketika Kebijakan Lockdown Sudah Dicabut

Ilustrasi Pemindai termal di Stasiun Kereta Api Hankou, Wuhan. Transportasi di kota itu akan ditutup pada hari Kamis karena pihak berwenang mencoba untuk memutus penyebaran virus corona baru/ Reuters

CHINA – Warga negara Indonesia di Provinsi Hubei, China, mengaku tidak larut dalam euforia pembukaan kembali wilayah Kota Wuhan pada Rabu (8/4/2020) setelah ditutup total (lockdown) selama 76 hari.

M Rezha Alda Putra yang tinggal di Xianning, Provinsi Hubei mengatakan dirinya sejak dua hari lalu malah belum keluar. “Di asrama kampus saja,” ujarnya, Jumat.

Ia bersama rekan pelajar asal Indonesia lainnya, Nicho Fathir Rahman, lebih senang menghabiskan waktu di dalam asrama.

“Apalagi kuliah online juga sudah berlangsung sejak Februari lalu,” ujar remaja asal Surabaya yang sudah hampir tiga tahun berkuliah di kota tetangga Wuhan itu, seperti dilaporkan Antara.

Selain kuliah daring, dua lulusan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, itu menghabiskan waktu sore harinya dengan bermain basket di kampus.

Rezha, Nicho, dan Humaidi Zahid, merupakan tiga dari tujuh WNI yang masih bertahan di Hubei sampai sekarang.

Ketiga pelajar itu sebelumnya gagal terbang bersama 238 WNI lainnya yang dievakuasi dari Wuhan oleh pemerintah Indonesia menuju Natuna melalui Batam karena suhu tubuhnya mendadak naik, meskipun pada akhirnya dinyatakan negatif dari paparan COVID-19.

Mereka belum berniat pulang kampung dalam waktu dekat ini mengingat situasi wabah di Indonesia menunjukkan peningkatan kasus positif dalam kurun 1,5 bulan terakhir.

 

Advertisement