JAKARTA (KBK) – Sejak Mei 2017 lebih dari 22 ribu konsumen gagal berangkat umrah melapor ke YLKI. Menyikapi kondisi tersebut, YLKI dan Filantropi Indonesia berkolaborasi dengan Rumah Zakat, Dompet Dhuafa dan FOZ membentuk Kemitraan untuk Filantropi dan Advokasi bagi Konsumen Korban Travel Umrah.
Ketua Filantropi Indonesia Hamid Abidin mengatakan kemitraan ini bertujuan untuk menggalang dukungan masyarakat, sekaligus melakukan edukasi public dan advokasi kepada pemerintah untuk membantu ribuan konsumen korban travel umroh yang gagal berangkat ke tanah suci. Kemitraan yang akan berjalan selama 8 bulan ini akan mengembangkan program bersama yang diberi nama “Menggapai Tanah Suci”, sebuah program yang memadukan pendekatan filantropi, edukasi dan advokasi kebijakan.
“Melalui aksi filantropi sudah ada 90 calon jamaah umrah yang gagal berangkat, akan kami berangkatkan. Ke 90 jamaah ini merupakan orang-orang yang sudah kami seleksi,” ujar Hamid di Jakarta (27/5).
Hamid menuturkan kemitraan ini bukan bertujuan untuk menggantikan peran pemerintah namun justru ingin menjewer pemangku kebijakan dalam hal ini Kemenag menyikapi banyaknya calon jamaah umrah yang gagal berangkat.
“Dari gerakan ini kami ingin menjewer pemerintah karena punya banyak sumber daya tapi tidak bisa bergerak, kita dari kalangan sipil ingin membuktikan bahwa kita bisa membantu mencarikan solusi,” ucapnya.




