Yogyakarta Targetkan Penurunan Angka Gizi Buruk

YOGYAKARTA – Tahun 2017 nanti Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta optimistis mampu menurunkan angka gizi buruk hingga 0,48 persen dengan menggencarkan kampanye program 1.000 hari pertama kelahiran anak.

“Melalui kampanye program 1.000 hari pertama kelahiran (HPK) anak, kami yakin angka itu tercapai,” kata Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Endang Pamungkasiwi di Yogyakarta, Minggu (21/8/2016).

Endang menjelaskan jika kasus gizi buruk tidak selalu disebabkan faktor ekonomi. Kendati pada tahun 2014 Pemprov DIY mengumumkan angka kemiskinan menurun, pada kenyataannya jumlah kasus gizi buruk justru naik mencapai angka 0,51 persen.

Adapun pergeseran pola makan pada masyarakat khususnya perempuan yang menjadi seorang ibu dinilai sebagai pemicunya. Berdasarkan hasil survei Konsumsi Makanan Individu pada tahun 2014, menurut dia, kelompok usia produktif antara 15 dan 55 tahun di DIY terindikasi kekurangan asupan gizi. Sementara itu, dari kelompok produktif tersebut, sebanyak 46 persen di antaranya merupakan perempuan.

Untuk itu pihaknya akan menggencarkan program 1.000 HPK kepada calon ibu sebagai momen penting bagi kualitas pertumbuhan anak. Program 1.000 HPK, kata dia, yaitu 270 hari di dalam kandungan dan 730 hari dalam 2 tahun pertama setelah lahir.

“Jadi, pada masa emas itu, sang ibu harus semaksimal mungkin diupayakan mendapatkan asupan gizi yang cukup,” katanya, seperti dilaporkan Antara.

Advertisement