1.000 Hari Genosida di Palestina, Dompet Dhuafa Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Memasuki hari ke-1.000 sejak eskalasi konflik di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, krisis kemanusiaan di Palestina masih berlangsung.

Berdasarkan laporan yang dirangkum dari Al Jazeera dan Anadolu Agency, sedikitnya 73.066 orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk lebih dari 21.500 anak-anak, 1.700 tenaga kesehatan, dan 262 jurnalis.

Selain itu, lebih dari 173.480 orang mengalami luka-luka, sementara jumlah korban diperkirakan lebih besar karena masih banyak warga yang tertimbun reruntuhan maupun meninggal akibat kelaparan, penyakit, dan minimnya layanan kesehatan.

Selama hampir tiga tahun konflik, sekitar 90 persen wilayah Gaza mengalami kerusakan dan sebagian besar kawasan tidak lagi layak dihuni. Krisis pangan dan kesehatan terus memburuk akibat terbatasnya distribusi bantuan kemanusiaan.

Diperkirakan hampir 400.000 warga hanya dapat makan sekali sehari, sementara lebih dari 62 persen persediaan obat-obatan layanan kesehatan primer telah habis.

Di tengah kondisi tersebut, Dompet Dhuafa terus menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui kolaborasi dengan pemerintah Indonesia, jejaring kemanusiaan internasional, dan mitra lokal di Gaza.

Bantuan yang disalurkan meliputi paket pangan darurat, obat-obatan, alat kesehatan, dukungan operasional ambulans, bahan bakar untuk rumah sakit, penyediaan air bersih, perlengkapan musim dingin, dapur umum, hingga pengiriman kontainer bantuan melalui Mesir.

Pada 2026, Dompet Dhuafa kembali mengirim tim kemanusiaan ke Mesir dengan membawa bantuan berupa bahan pangan dan alat kesehatan. Ambulans wakaf yang beroperasi di Gaza juga terus melayani korban konflik.

Selain itu, Dompet Dhuafa terlibat dalam pengiriman relawan melalui Global Sumud Flotilla dan Global Peace Convoy Indonesia, serta menyiapkan program pemulihan berupa penguatan fasilitas kesehatan, penyediaan alat medis, dan rehabilitasi layanan publik ketika kondisi memungkinkan.

Dompet Dhuafa menegaskan, solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina tidak boleh padam. Bagi lembaga tersebut, Palestina bukan sekadar isu internasional, melainkan panggilan kemanusiaan.

Setiap bantuan yang disalurkan diharapkan dapat menjadi makanan bagi yang lapar, obat bagi yang terluka, perlindungan bagi para pengungsi, dan harapan bagi anak-anak yang hidup di tengah perang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here