JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.313 warga mengungsi akibat gempa bumi yang mengguncang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat ini, para pengungsi masih dalam penanganan tim gabungan di wilayah terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa wilayah yang mengalami dampak signifikan meliputi Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawata, Karing Lamalouk, Waiwerang, Ipi Ebang di Kecamatan Adonara, serta Desa Motonwutun dan Watobuku di Kecamatan Solor Timur.
Berdasarkan data hingga Sabtu (11/4) pukul 10.55 WIB, tercatat 238 unit bangunan mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Kerusakan tersebut mencakup rumah warga, tiga rumah ibadah, empat fasilitas pendidikan, serta dua fasilitas umum.
Selain itu, sebanyak 10 orang dilaporkan mengalami luka ringan dari total 285 keluarga yang terdampak. Seluruhnya kini mengungsi secara mandiri di sekitar tempat tinggal mereka.
BNPB memastikan penanganan masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta dinas teknis dari pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur dan Provinsi NTT.
Sejumlah tenda pengungsian telah didirikan di lokasi yang dinilai aman dan mudah dijangkau masyarakat.
“Tenda pengungsi dan tenda keluarga juga difungsikan sebagai pos layanan kesehatan dan posko darurat sementara,” ujar Abdul.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat lokasi pengungsian terpusat. Sebagian besar warga memilih mendirikan tenda secara mandiri di dekat rumah mereka, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat.
Pada malam hari, warga umumnya tetap memilih tidur di tenda karena khawatir akan gempa susulan yang masih terjadi. BMKG mencatat telah terjadi 48 kali gempa susulan sejak gempa utama berkekuatan magnitudo 4,7 yang terjadi pada Rabu (8/4) dini hari.
Gempa tersebut berpusat di darat, sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lima kilometer, dan dirasakan cukup kuat selama dua hingga empat detik oleh warga.
BNPB juga mengungkapkan bahwa kebutuhan tenda menjadi hal mendesak saat ini. Pasalnya, stok tenda sebelumnya telah digunakan dalam penanganan darurat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Saat ini, BNPB bersama BPBD Provinsi NTT terus mendistribusikan bantuan berupa tenda, logistik, serta peralatan lain yang dibutuhkan oleh para pengungsi.



