Kisah Nur Hasanah, Mantan Perajin Payet yang Sukses Beternak Ayam Arab

JAKARTA, KBKNEWS.id — Nur Hasanah (47) berhasil bangkit dari keterpurukan ekonomi setelah sempat kehilangan mata pencaharian saat pandemi Covid-19.

Kini, mantan perajin payet asal Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor itu sukses menjalani usaha ternak ayam arab dan memperoleh penghasilan sekitar Rp7 juta per bulan.

Nur menjadi salah satu penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi Zona Madina Dompet Dhuafa. Melalui program tersebut, ia mendapatkan bantuan 250 ekor ayam arab lengkap dengan kandang, pakan, vitamin, hingga perlengkapan peternakan.

“Alhamdulillah saya terpilih menjadi penerima bantuan berupa ayam arab penghasil telur. Semua difasilitasi dari pembuatan kandang sampai pakan dan vitaminnya,” kata Nur.

Sebelum menekuni peternakan, Nur bekerja sebagai pemasang payet dan mote dari pesanan penjahit. Ia juga sempat menjalankan usaha budidaya ikan hias. Namun usaha tersebut berhenti saat pandemi melanda karena permintaan menurun drastis.

Dunia peternakan menjadi hal baru bagi Nur. Ia harus belajar dari nol, mulai dari merawat ayam hingga menjaga kondisi kandang. Dalam enam bulan pertama, ia juga menghadapi berbagai kendala, termasuk ayam yang mati akibat penyakit.

Meski begitu, Nur tetap bertahan. Perlahan hasil mulai terlihat. Dari yang awalnya hanya menghasilkan beberapa butir telur, kini kandangnya mampu memproduksi sekitar 150 hingga 160 butir telur setiap hari.

Penghasilan dari usaha ternak itu kini membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga biaya sekolah putrinya yang duduk di bangku SMK.
Setiap hari, Nur memulai aktivitas dengan membersihkan kandang, memberi pakan dan vitamin, lalu mengumpulkan telur pada sore hari untuk disetorkan ke Rumah UMKM Zona Madina.

“Alhamdulillah ya Allah terima kasih atas pertolongan-Mu lewat Dompet Dhuafa, saya jadi punya penghasilan lagi,” ujar Nur.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here