100-ribuan Tentara Rusia dan Ukraina Tewas

Masing-masing sekitar 100-ribu tentara Rusia dan Ukraina tewas sejak perang yang terjadi mulai 24 Feb. 2022 yang belum da tanda-tanda mereda apalagi berakhir.

TIDAK  diketahui jumlah korban pasti akibat Perang Rusia – Ukraina yang sudah berlangsung 281 hari (sejak 24 Feb. 2022) karena kedua belah pihak hanya menyebutkan kerugian atau kehilangan di pihak lawan.

Namun Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam pernyataannya, Rabu (30/11), di pihak Ukraina, paling tidak diperkirakan 100-ribu tentaranya tewas di berbagai palagan di sejumlah wilayah di negeri itu.

Sebaliknya, Kastaf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Mark Miller memperkirakan, pihak Rusia juga kehilangan sekitar 100-ribu pasukannya atau kurang lebih sama dengan yang diderita Ukraina.

Yang jelas sampai hari ini, kekuatan raksasa militer Rusia belum mampu menaklukkan Ukraina, bekas sesama negara yang bernaung di bawah Uni Soviet, bahkan sejumlah wilayah yang diokupasi negara beruang merah itu, berhasil direbut kembali oleh Ukraina.

Rusia, secara sepihak mencaplok lagi empat wilayah Ukraina timur yakni Luhansk, Donetsk, Zaporizhia da Kherson, menambah wilayah Krimea yang sudah dianeksasinya pada 2014.

Selain memobilisasi kekuatan militernya, termasuk dengan merekrut 300-ribu pasukan cadangan untuk dikirim ke berbagai front di wilayah Ukraina, perekonomian Rusia juga terus terkontraksi akibat restriksi impor terutama oleh AS dan negara-negara Uni Eropa yang mendukung Ukraina.

Ukraina sendiri, walau jumlah tentaranya jauh lebih sedikit (sekitar 200-ribu berbanding dua juta tentara Rusia) cukup efektif menahan invasi dan memukul mundur pasukan lawan berkat aliran persenjataan dari AS dan Barat.

Drone-drone Bayrakhtar yang dipasok Turki, begitu pula rudal-rudal anti tank Javelin buatan AS menjadi momok bagi tank-tank Rusia, sementara rudal-rudal Stinger buatan AS cukup ampuh untuk melumpuhkan helikopter atau pesawat-pesawat Rusia yang terbang rendah.

Pihak Ukraina sendiri, menurut pernyataan Presiden Volodymir Zelensky, dalam pekan terakhir ini, pasukannya berhasil menghabisi rata-rata 500 tentara Rusia seharinya.

Tidak bisa diprediksi kapan perang bakal usai, yang jelas, korban terus berjatuhan tiap hari menjadi tragedi kemanusiaan bagi orang-orang atau keluarga yang kehilangan orang tua, anak-anak atau orang terkasihnya (AFP/Reuters).

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement