PALANGKA RAYA – Banjir melanda tiga kabupaten, meliputi 11 kecamatan atau 46 kelurahan/desa, dan berdampak pada 1.351 KK atau 2.320 jiwa di wilayah Kabupaten Murung Raya.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) mengirimkan tim reaksi cepat sebagai pendahuluan untuk membantu korban atau masyarakat terdampak banjir di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Sekda Kalteng Katma F Dirun mengatakan tim membawa berbagai peralatan untuk membantu masyarakat, di antaranya perahu, tenda pengungsian, dapur umum, tenda pembatas, serta paket logistik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib menambahkan, sesampainya di Murung Raya, tim pendahuluan ini langsung melakukan analisa lapangan.
“Sehingga besok akan diturunkan tim susulan atau tambahan beserta logistik, menyesuaikan hasil analisa tim pendahuluan,” jelas Toyib.
Tim reaksi cepat hari ini merupakan para personel yang berasal dari BPBPK Kalteng, Dinas Kesehatan, serta Dinas Sosial. Tim ini sementara membawa sekitar 1.000 paket sembako yang diperuntukkan untuk suplai dapur umum, serta sebagian secara langsung diberikan kepada para korban.
Adapun berdasarkan laporan sementara untuk kondisi banjir di wilayah Murung Raya dengan perkembangan data per Sabtu 19 Oktober 2024, pukul 19.00 WIB, Toyib menyampaikan, wilayah terdampak yakni enam kecamatan, atau 33 kelurahan/desa.
Selain Murung Raya, banjir juga terjadi di sejumlah daerah di Kabupaten Pulang Pisau, serta Barito Utara. Saat ini pihaknya secara intens terus berkoordinasi bersama tim masing-masing pemkab di lapangan.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, memang kita saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga terus menyiapkan dan melakukan langkah antisipasi serta penanganan. Termasuk terus berkoordinasi dengan pemda masing-masing dalam penanganan di lapangan,” katanya.




