SELATPANJANG– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tanjung Kedabu dan Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir masih terjadi. Padahal Tim Siaga Karhutla Provinsi Riau di Pekanbaru sudah mengirimkan helikopter untuk melakukan pemadaman dengan cara water bombing.
Hal tersebut terjadi karena lahan yang terbakar sangat luas. “Water bombing telah dilaksanakan sebanyak 12 kali oleh Tim Siaga Karhutla Riau. Namun, titik api masih ada karena luasnya lahan yang terbakar,” ungkap Kepala BPBD Kepulauan Meranti, Edi Aprizal SE MH, kamis (7/4/2016) seperti diberitakan Riaupos.co, Jumat (8/4/2016).
Dikatakannya, selain melalui udara, pemadaman api juga diupayakan lewat darat dengan bantuan masyarakat Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir. “Areal yang terbakar sangat luas. Dari perkiraan kami, paling tidak sudah seratusan hektare,” jelasnya.
Kebakaran juga terjadi di Desa Banglas Barat dan lahan warga di Jalan Khalifah Umar Selatpanjang. Namun, mobil pemadam kebakaran (damkar) yang melakukan upaya pemadaman sempat terperosok di jalan yang patah, sehingga upaya pemadaman terhenti.
“Kebakaran di Banglas Barat sudah berhasil kita redakan. termasuk di Jalan Khalifah Umar. Namun, saat mobil damkar akan mengisi air lagi untuk penyiraman terakhir, mobil terperosok di jalan semenisasi yang patah saat dilalui mobil damkar,” pungkasnya.





