Yunani Akan Kirim Balik Lagi Migran Suriah ke Turki

ilustrasi

ANKARA-Pengiriman gelombang kedua migran dari Yunani ke Turki diperkirakan akan berlangsung hari ini Jumat (8/4). Hal ini merupakan bagian dari kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki untuk mengurangi arus migran ke Eropa.

Sementara itu, gelombang pertama yang sebagian besar merupakan migran asal Pakistan telah tiba di Turki Senin (4/4), namun sejak itu proses pengiriman terhenti karena migran yang mengisi permohonan suaka di Yunani mendadak meningkat drastis.

Seperti dilansir BBC,hari ini dua perahu berisi ratusan migran diperkirakan akan tiba di Turki dari Yunani.

Seperti diketahui, dalm perjanjian semua migran Suriah yang mencapai daratan Yunani harus dikirim ke Turki jika mereka belum mengajukan permohonan suaka atau permohonan mereka ditolak.

Lalu, untuk setiap migran Suriah yang dikirim ke Turki, satu migran Suriah yang telah berada di Turki akan ditempatkan di Uni Eropa.

Bagi migran non-Suriah yang dikirim ke Turki, mereka akan dikirim ke pusat deportasi. Adapun migran Suriah akan dibawa ke kamp pengungsian untuk menggantikan pengungsi Suriah yang dikirim ke Uni Eropa.

Kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk lembaga Amnesty International.

Wakil Direktur Amnesty International untuk kawasan Eropa, Gauri van Gulik, mengatakan para migran yang ditahan di Pulau Lesbos dan Chios di Yunani tidak memiliki akses bantuan hukum dan tidak punya informasi mengenai statusnya.

“Ketakutan dan keputusasaan jelas terlihat. Ini menunjukkan bahwa selain Turki tidak aman untuk para pengungsi saat ini, ada kecacatan serius di pihak Yunani dalam kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki,” kata Van Gulik kepada kantor berita Reuters.

Berdasarkan data Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), sejak Januari 2015 sebanyak satu juta migran dan pencari suaka memasuki wilayah Uni Eropa menggunakan perahu dari Turki ke Yunani. Pada tahun ini saja, sebanyak 143.000 orang telah tiba di Eropa dan sekitar 460 orang di antara mereka meninggal dunia.

Advertisement