
DI TENGAH ancaman penyakit hepatitis akut misterius yang memapar anak-anak, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga sudah menyebar di sejumlah sentra-sentra ternak di Indonesia.
Di Sumatera Utara, PMK sepeti dilaporkan Direktur Kesehatan Hewan Kmentan Nuryani ZAinudin di Medan (13/5) telah menjangkiti sekitar 600 ternak di kabupaten sentra sapi yakni Langkat dan Deli Serdang.
Begitu pula dilaporkan dari Jawa Tengah, ada 16 ekor sapi di Kab. Boyolali, 1 ekor sapi di Kab. Banjarnegara, empat ekor sapi di Kab. Rembang dan tiga ekor sapi di Kab. Wonosobo yang terserang PMK.
PMK adalah penyakiata hewan akuat akibat paparan virus tipe A famili Picornavindae, genus Apthovirus yang menyerang ternak berkuku belah (Clovenhoof) seperti sapi, kambing, babi, rusa) dengan masa inkubasi dua ampai 14 hari.
Penularan terjadi dari droplet, cairan hidung atau serpihan kulit hewan terpapar atau bisa juga melalui penularan tak langsung dari vektor lain (manusia atau hewan lain) dan virus dapat menyebar melalui angin, pada radius 60 Km di darat dan 300 Km di laut.
Gejala klinis: demam sampai 39 derajat Celcius dan pada beberapa jenis ternak seperti domba dan kambing terdapat lepuh-lepuh lecil di kulit sehingga harus diperiksa secara lebih teliti.
PMK dilaporkan pula merebak di sentra ternak di Kotawaringin Tengah dan Kotawaringn Timur, Kalimantan Tengah serta di Kab. Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung.
Mengingat untuk kebutuhan kurban pada Idhul Adha 1443H yang jatuh pada 9 Juli mendatang diperlukan sekitar 1,7 juta hewan yang akan disembelih, rantai pasokannya harus diamankan terutama dengan mencegah penyebaran PMK.
Sejauh ini pemerintah masih yakin, kebutuhan untuk hewan kurban bakal tidak terganggu akibat penyebaran PMK di sejumlah sentra ternak, karena sejauh ini angka kematian ternak juga masih relatif kecil, hanya dua persen dari total populasi.
Berbagai lengkah untuk mencegah penularan PMK juga dilakukan dengan menerapkan prosedur standar operasi khusus terkait mobilisasi atau pergerakan pengiriman ternak yang bebas dari kontaminasi PMK.
Jaga agar PMK tidak meluas, terutama menjelang Hari Idhul Qurban!




