Harga-harga Terus Merambat Naik

Harga-harga sembako seperti telur, sayuran dan daging terus merambat akibat krisis global terimbas Perang Rusia-Ukraina dan musim hujan yang lebih panjang sehingga tanaman rentan penyakit.

HARGA-harga kebutuhan pokok diĀ  sejumlah wilayah terus merambat naik mengikuti tren gejolak harga pangan dunia, a.l.akibat dampak pandemi yang belum usai dan juga, Perang Rusia -Ukraina.

Sementara untuk komoditas pertanian seperti cabai dan bawang merah, kenaikan harga yang berlangsung sejak Juni lalu terjadi akibat menurunnya produktivitas sebagai dampak cuaca ekstrim.

Tingginya curah hujan pada April dan Mei ’21 ikut memicu penyebaran penyakit tanaman, sehingga produktivitas tanaman pun pun ikut terimbas.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga sudah mengingatkan bakalĀ  naiknya harga-harga pangan dan energi akibat kedua persoalan tersebut, sehingga yang dilakukan oleh pemerintah, sedapat mungkin menekan dampak inflasi yang diakibatkannya.

:Seluruh negara (termasuk Indonesia-red) tidak berada dalam posisi yang aman-aman saja. Hati-hati mengenai hal ini, ā€œ ujarnya pada puncak acara Hari Keluarga Nasional di Medan (7/7) lalu

Sementara itu, para pedagang, warung makan dan kinsmen di verbagai wilayah berharap harga kebutuhan pokok yang terus melonjak akhir-akhir ini bisa dikendalikan.

Harga bawang merah di Surabaya, Minggu (10/7), menurut Kompas (8/7) melambung menjadi Rp70.000 per Kg, padahal , menurut pedagang di Pasar Rungkut, sebelumnya, kalau pun naik, paling bantar Rp30.000.

Harga cabai merah pun ikut melonjak, di sejumlah daerah di kisaranĀ  Rp100.000 dan Rp120.000 per Kg, sehingga para pemilik warung makan sering harus bertengkar dengan pembeli yang meminta sambal saat makan di tempat atau membawa pulang makanan.

ā€œGimana ya, jadi bikin gak enak sama pelanggan. Jika kita pelit-pelit, bisa ditinggalkan, tetapi jika kita menuruti kemauan mereka, ya tekor, ā€œ tutur Warni, pemilik warung di bilangan Kalibata City, Jakarta Selatan.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional juga mencatat kenaikan sejumlah harga bahan pokok misalnya beras yang yang pada akhir 2021 Rp12.500 per Kg, naik pada Juli 2022 ke Rp12.750, sementara daging sapi dari Rp125.000-an per Kg ke Rp134.000.

Sedangkan daging ayam dari Rp34.000 menjadi Rp36.900, telur ayam dari Rp22.000 per Kg ke Rp29.100, minyak goreng dari Rp20.00 per Kg ke Rp22.850, kecualiĀ  bawang putih yang turun dari Rp50.000 ke Rp30.000.

Untuk menyiasatinya, pemilik warung makan terpaksa mennperkecil ukuran potongan ayam atau daging yang dijualnya, walauĀ  sering juga dikomplain pembeli, atau menaikkan harga sepotong ayam goreng atau digulai dari Rp15.000 ke Rp17.000, atau sekerat daging rendang dari Rp 17.000 ke Rp20.000.

Situasi global memang tidak bisa dihindari, namun tentu rakyat berharap pemerintah berupaya semaksimal mungkin menekan laju lonjakan harga, sementara rakyat, mau tidak mau, harus ketatkan ikat pinggang.

 

 

 

Advertisement