16 Guru di Kepulauan Aru Tinggal di Bilik Gudang Sekolah

Ilustrasi/ist

AMBON –  Hingga saat ini masih ada belasan guru yang terpaksa mendiami gudang sekolah pada beberapa daerah pesisir di wilayah Kepulauan Aru, karena dua kopel rumah guru yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum sejak 2015 silam hingga saat ini tidak bisa dimanfaatkan, lantaran belum dilakukan penyerahan kunci.

Sejumlah 16 Guru SMA Jerol terpaksa harus membagi tiga bilik gudang untuk tempat tinggal. Rumah guru yang sudah dibangun tidak bisa ditempati karena Dinas Pekerjaan Umum kabupaten enggan memberikan kunci rumah tanpa alasan pasti.

“Persoalan tempat tinggal bagi para tenaga pendidik yang bertugas di wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Aru sejak dahulu sampai saat ini selalu dikeluhkan, dan seiring berjalannya waktu, di tahun 2015 baru dibangun dua buah kopel rumah guru disetiap desa namun tidak bisa dimanfaatkan,” kata Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Sery Angker, Sabtu (15/4/2017).

Akibatnya, kata Sery Angker, ada guru di Kecamatan Aru Selatan misalnya harus bertahan di bilik-bilik sekolah atau gudang sekolah untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam mendidik serta mencerdaskan anak bangsa yang berada di ujung perbatasan Indonesia-Australia itu.

Menurut dia, kondisi ini diketahui setelah melakukan agenda reses ke beberapa daerah, terutama di Kecamatan Aru Selatan. “Saat melakukan reses, kami menemukan kepedihan yang dialami para pendidik khususnya di SMP Negeri dan SMA Negeri Jerol,” ujarnya, diberitakan Antara.

DPRD Kabupaten Kepulauan Aru kini telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yusuf Apalem untuk selanjutnya meminta penjelasan dari Dinas PU terkait dengan belum diserahkannya kunci dua kopel rumah guru itu.

Karena kondisi ini bukan saja ditemukan di Desa Jerol namun di Dusun Jerukin juga mengalami hal serupa, dimana dua kopel rumah guru hingga saat ini telah ditumbuhi semak-belukar akibat tidak diserahkannya kunci rumah sejak 2015 sampai sekarang.

Advertisement