Masa Siaga Bencana di Kuningan Diperpanjang

Ilustrasi Jalur Kuningan-Majalengka di Darma putus total/ Radar Cirebon

KUNINGAN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, mengatakan masa siaga bencana di Kabupaten Kuningan, diperpanjang.

Hal itu menyusul masih cukup tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut. Semula, masa siaga bencana di Kabupaten Kuningan ditetapkan mulai November 2016 sampai 31 Januari 2017. Namun, masa siaga itu diperpanjang hingga 31 Mei 2017.

BPBD  telah melakukan persiapan sejak lama. Di antaranya, persiapan perlengkapan penanganan bencana maupun sumber daya manusia. Sepanjang musim hujan, potensi bencana di Kabupaten Kuningan memang cukup tinggi.

Dalam waktu tiga bulan sejak Januari hingga Maret 2017 saja, tercatat ada sekitar 70 kejadian bencana alam yang melanda Kabupaten Kuningan. Jumlah itu belum termasuk kejadian bencana yang terjadi pada akhir 2016 lalu. “Dari 70 kali kejadian bencana itu, didominasi longsor, pergerakan tanah dan banjir,’’ terang Agus.

Khusus untuk bencana pergerakan tanah, berdasarkan data dari website www.vsi.esdm.go.id, kecamatan di Kabupaten Kuningan yang rawan mengalami pergerakan tanah pada April 2017, yakni Ciawi Gebang, Cibeureum, Cibingbin, Cidahu, Cigandamekar, Cigugur, Cilebak, Cilimus, Cimahi, Ciniru, Cipicung, Ciwaru, Darma, Garawangi, Jalaksana, Japara, Kadugede, Kramatmulya, Kuningan, Lebakwangi, Luragung, Malaber, Mandirancan, Pancalang, Pasawahan dan Selajambe.  Daerah-daerah itu mengalami kerawanan gerakan tanah menengah–tinggi.

Tingkat kerawanan menengah berarti daerah tersebut mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona itu dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan tingkat kerawanan tinggi berarti daerah tersebut yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona tersebut dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Terpisah, Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Iziyn menjelaskan, secara umum, di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) saat ini mulai memasuki masa pancaroba/transisi. Di masa pancaroba, biasanya kondisi cuaca akan panas di siang hari dan hujan di sore atau malam hari.

“Bisa juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,’’ tandas Ahmad, diberitakan Republika, Minggu (16/4/2017).

Advertisement