ACEH – 17 ekor gajah liar merusak tanaman padi di areal sawah lereng gunung Gampong Turu Cut, Kemukiman Lutueng, Kecamatan Mane, Pidie. Terhitung sudah 15 hari gajah tersebut berkeliaran.
Warga cemas atas aksi gajah liar tersebut, apalagi hingga kini, Pemkab dan instansi terkait, belum menggiring hewan itu keluar dari kawasan pertanian.
Seorang Imum Mukim Lutueng, Kecamatan Mane, Sulaiman, mengatakan jika warga sudah mencoba mengusir gajah dengan membunyikan mercon, namun tidak berhasil mengusir kawanan binatang berbadan besar tersebut.
“Tapi, kawanan gajah tidak mau berpindah dari lokasi dan merusak sawah milik dua warga. Jika tak segera diusir dari kawasan ini, akan banyak lagi sawah warga yang akan menjadi korban,” kata Sulaiman, dikutip dari Tribunnews.
Sulaiman dan para warga khawatir jika nantinya gajah akan mengamuk dan menyerang pemukiman warga. Diketahui jarak antara daerah pertanian yang didatangi gajah dengna pemukiman warga hanya satu kilometer.
Sulaiman mengaku telah melaporkannya ke Camat Mane, “Kami telah melaporkan kepada Camat Mane supaya dilakukan penggiringan dengan gajah jinak oleh CRU Mane. Tapi sampai kini belum ada aksi apa pun,” katanya.
Sementara itu Camat Mane, Junaidi, mengatakan upaya menggiring kawanan gajah ini wewenang Dishutbun Pidie.
“Padahal Dishutbun Pidie telah menempatkan empat ekor gajah jinak di CRU Mane, untuk menggiring gajah liar yang mengganggu warga,” kata Junaidi.
Junaidi bahkan mengaku kesal, karena sampai kini petugas CRU belum bertindak untuk menggiring kawanan gajah liar, seperti yang dikeluhkan warganya.
“Padahal, keberadaan CRU dibiayai dengan dana APBK Pidie. Seharusnya pihak CRU menindaklanjuti dengan cepat untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar dari pihak warga,” ungkapnya.





