20 Televisi dan Radio di Turki Ditutup

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/ Foto: ABC.net

TURKI – Atas tuduhan penyebaran propaganda berbau teroris, Turki memerintahkan penutupan 20 stasiun televisi dan radio yang dioperasikan oleh Kurdi dan kelompok agama minoritas.

Presiden Recep Tayyip Erdogan memutuskan hal tersebut setelah menyatakan situasi gawat darurat di negaranya hingga Oktober untuk menyelidiki gerakan kudeta pada Juli lalu.

Otoritas terus membasmi ancaman dari gerakan keagamaan yang diduga menjadi dalang upaya kudeta tersebut, termasuk dari militan Kurdi.

Namun terkait hal tersebut, Editor IMC TV, Hamza Aktan, menekankan bahwa penutupan tempat kerjanya tak berkaitan dengan upaya kudeta itu.

“Tidak berkaitan dengan kudeta. Ini hanya untuk membungkam pemberitaan media tentang isu Kurdi dan kekerasan yang dilakukan oleh negara,” ujar Aktan kepada Reuters, Jumat (30/9/2016).

Ia juga mengungkapkan jika IMC TV akan terus beroperasi hingga petugas benar-benar menyegel kantor mereka.

Diketahui akhir-akhir ini IMC TV sering memberitakan laporan tentang operasi militer pemerintah terhadap Partai Pekerja Kurdistan yang sudah menewaskan ribuan orang selama 14 bulan terakhir.

Advertisement