Bulan Purnama, 9 Agustus

Bulan Purnama (Sturgeon Moon ) di mana bulan tampak lebih cerah dan besar akan jatuh pada 9 Agustus. (foto: the Daily Mail)

FASE puncak bulan purnama (Sturgeon Moon) di mana bulan tampak lebih cerah dan besar dibandingkan malam -malam sebelumnya,  menurut situs Time and Date, akan muncul, Sabtu, 9 Agustus.

Fenomena alam tersebut bisa disaksikan oleh masyrakat umum maupun pengamat astronomi dar berbgaia wilayah sepanjang langit cerah dan tidak berawan. Di Indonesia, orang juga dapat mulai menyaksikan penampakan Bulan Purnama saat terbit di langit timur menjelang malam hari.

Wajah bulan akan mulai tampak di saat senja antara pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat, tergantung lokasi pengamatan.

Puncak kenampakan Bulan Purnama yang paling terang dan bulat sempurna akan berlangsung sepanjang malam hingga menjelang fajar.

Istilah Sturgeon Moon berasal dari budaya penduduk asli Amerika Utara yang hidup di sekitar danau besar dan sungai-sungai utama.

Menurut penjelasan dari The Old Farmer’s Almanac, pada bulan Agustus, ikan sturgeon atau tokek raksasa air tawar paling banyak ditangkap di wilayah tersebut, sehingga Bulan Purnama pada bulan ini dinamai sesuai musim penangkapan ikan tersebut.

Bulan Purnama di bulan Agustus ini juga disebut dengan

Grain Moon atau Green Corn Moon, yang mencerminkan masa panen biji-bijian dan jagung muda pada periode musim panas.

Karakteristik Visual dan Posisi Bulan
Situs astronomi In The Sky menyebutkan, pada saat fase purnama, bulan berada di posisi berseberangan dengan matahari.

Bulan akan terbit saat matahari terbenam dan terbenam saat matahari terbit sehingga fenomena ini memungkinkan bulan terlihat hampir sepanjang malam.

Karena berada pada fase penuh, cahaya dari permukaan Bulan akan dipantulkan secara maksimal ke arah Bumi.

Kondisi ini menyebabkan Bulan tampak lebih terang dan bulat dibandingkan fase lainnya, menjadikannya waktu yang ideal untuk diamati, terutama jika cuaca mendukung.
Tips Menyaksikan Bulan Purnama

Agar fenomena Sturgeon Moon dapat diamati dengan baik, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menyaksikan Bulan Purnama:

Pilih lokasi terbuka dan minim polusi cahaya
Hindari area yang banyak lampu, seperti pusat kota. Lokasi terbaik adalah perbukitan, tepi danau, pesisir pantai, atau kawasan pedesaan.
Amati setelah matahari terbenam

Bulan akan mulai terlihat sekitar senja sesuai zona waktu

setempat. Pengamatan paling optimal biasanya satu hingga dua jam setelah matahari terbenam. Perhatikan kondisi cuaca.

Langit cerah tanpa awan akan sangat membantu visibilitas. Pastikan cuaca di lokasi pengamatan mendukung.

Gunakan alat bantu jika tersedia
Walaupun bisa dinikmati dengan mata telanjang, penggunaan kamera atau teleskop akan membantu menangkap detail permukaan bulan lebih jelas.

Dokumentasikan
Jika tertarik fotografi langit, gunakan tripod dan atur kamera pada mode malam atau manual untuk mendapatkan hasil terbaik. (detik.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here