1.200 Rektor dan Guru Besar Berkumpul di Istana

1.200 rektor dan guru besar se-Indonesia berkumpul di Istana (15/1) berdialog dengan presiden untuk memajukan universitas dan berdialog terkait berbagai isu. (ilustrasi: KOmpas.com)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 rektor dan  guru besar se-Indonsia untuk menyampaikan pandangan mereka terkait berbagai isu di dalam maupun di luar negeri.

“Update-update terhadap kondisi negara maupun situasi  geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan, “ ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Jakata, Kamis (14/1).

Prasetyo menyebutkan, presiden melakukan banyak komunikasi dengan berbagai pihak, dan hari ini jadwalnya bertemu rektor dan para guru besar perguruan tinggi, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Momen bersejarah ini, menurut Mensesneg, menunjullan bukti bahwa negara menjadikan pendidikan sebagai fondasi dan faktor kunci.

“Jadi, selain mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan dan energi, salah satu fondasi utamanya adalah ketersediaan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, ‘ uarnya.

“Jadi, ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan  Presiden di bidang pendidikan,” tutur dia. Selain itu, kata Prasetyo, Prabowo juga akan membahas bagaimana percepatan pemenuhan kebutuhan dokter.

Dia menyebut, Indonesia kekurangan sekitar 100.000 dokter. “Kemudian juga kualitas lembaga-lembaga pendidikan,  universitas-universitas, baik dosen, sarana prasarana, termasuk menekan beban operasional perguruan-perguruan tinggi,” papar Prasetyo.

“Pemerintah menyadari bahwa sesungguhnya amanat konstitusi menyebutkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan salah satunya  melalui pendidikan di tingkat universitas, “ ujarnya.

Menurut Prasetyo, pemerintah sedang coba mencarikan jalan keluar untuk memajukan universitas-universitas agar maju dan lebih berkualitas namun biaya masuknya tidak membebani mahasiswa.

Namun agenda diskusi antara Prabowo dan para rektor hari ini berlangsung tertutup. “Keseluruhan,  sementara tertutup,” demikian Prasetyo. (ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here