
PERANG Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari memasuki hari ke-13, Kamis (12/3) namun belum ada tanda-tanda mereda atau indikasi adanya langkah menuju gencatan senjata.
Selain pertempuran di medan nyata, liputan media tak kalah serunya, diwarnai laporan spekulasi, juga hoaks dan ujaran kebencian yang diunggah oleh pendukung masing-masing.
Situs web berbahasa Ibrani Kantor Berita Resmi Tasnim, Iran berspekulasi mengenai tewasnya PM Israel Benjamin Netanyahu berdasarkan indikasi absennya penampilan Orang No. 1 Israel itu di media dalam beberapa hari terakhir.
Spekulasi pertama adalah tayangan video terakhir menampilkan Netanyahu yang diunggah di saluran pribadinya sejak tiga hari terakhirnya dipublikasikan.
Setelah itu, beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu ditampilkan TV setempat hanya berupa teks tanpa rekaman video.
Spekulasi kedua, sebelum tayangan Netanyahu yang terakhir diunggah oleh stasiun TV Israel, setidaknya satu hingga tiga tayangan dirilis setiap hari.
Tak satu video pun menayangkan sosok Netayahu selama tiga hari terakhir, sehingga memperkuat dugaan tersebut. Menurut catatan, kediaman pribadi PM Netanyahu berada di kawasan kota modern pesisir, Caesarea antara Tel Aviv dan Haifa, dan di Jl. Gaza, Yerusalem, sedangkan kediaman resminya di Beit Aghion di Jl. Smolenskin, Jerusalem.
Perkembangan di palagan
Iran masih terus mengguyur Israel dengan rudal-rudal dan drone Kamikaze Shahed-136 dan Mohazer-10 , termasuk ke Tel Aviv (12/3), ditandai raungan sirene dan warga pun berbondong-bondong menuju lokasi perlindungan.
Sebaliknya, pesawat pesawat tempur koalisi AS dan Israel denga leluasa membombardir titik-titik situs peluncur rudal, jaringan komunikasi, radar dan kilang minyak Iran.
AS mengonfirmasi penggunaan AI yang diciptakan Anthropic (Claude) yang berkontribusi dalam serangan presisi dan akurat termasuk untuk menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan puluhan pejabat teras Iran pada menit-menit awal di hari pertama serangan (28/2).
Pentagon mengakui 140 tentara AS terluka selama awal konflik dan tujuh personel tewas saat sebuah drone kamikaze Iran menghantam pangkalan militernya di Bandar Shuaiba, Kuwait (1/3).
Biaya perang AS dan Israel dilaporkan sangat tinggi, mencapai hampir 2 miliar dollar AS per hari (Rp34 triliun) atau selama 12 hari 24 miliar dollar AS (Rp408 triliun)
Biaya-biaya tersebut a.l. penggunaan amunisis persisi, biaya opersional armada dan pesawat tempur termasuk dua kapal induk serta sistem pertahanan udara menghadapi serangan rudal dan drone Iran.
Belum lagi kerugian ekonomi yang ditimbulkannya seperti distorsi pasar energi, perdagangan dan tenaga kerja berkisar antara 50 – 210 miliar dollar AS (Rp850 triliun – Rp3.750 triliun.
Iran memblokade Selat Hormuz dan menyerang tanker, menyebabkan ancaman terhadap lonjakan harga minyak dunia yang diprediksi bisa tembus sampai US$200 per barel (sekarang harga minyak acuan WTI sudah di atas 100 dollar AS per barrel.
Namun AS sudah menghancurkan 50-an kapal perang (hampir seluruh armada AL Iran) termasuk belasan kapal penyebar ranjau sehingga penutupan selat sempit yang menjadi jalur utama tanker yang mengangkut 20 persen minyak dunia itu efektif.
Presiden Trump menganggap misi perangnya sudah hampir rampung karena kekuatan militer Iran sudah berhasil dilumpuhkan, sebaliknya pihak Iran bertekad akan terus melanjutkan pertempuran dan mereka sendiri yang akan menentukan stop atau berlanjutnya perang.(Tasnim NA, Jerusalem Post/ns)




