
TEKNOLOGI Artificial Inteligence (AI) dan drone presisi dioperasikan secara masif oleh koalisi Amerika Serikat dan Israel di hari ke-27, Kamis (26/3) perang melawan Iran.
Sebaliknya, walau serangan gabungan AS dan Israel menyebut telah menghancurkan 9.000 titik sasaran berupa markas komando, jarigan komunikasi dan radar serta situs-situs peluncur rudal, Iran masih terus melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel termasuk kota terbesar Tel Aviv,serta fasilitas sipil dan militer AS di Timur Tengah.
Laporan menunjukkan serangan balasan Iran berhasil menyasar pangkalan militer AS di wilayah Teluk, termasuk Abu Dhabi, Dubai, Doha, dan Riyadh.
Konfrontasi selama 27 hari menyebabkan situasi kritis dengan laporan 2.600 orang korban tewas di Iran .
Salah satu insiden menonjol adalah serangan yang menghantam sekolah dasar di Minab, Iran selatan, sementara korban di pihak Israel 30-an warga di sejumlah hunian di kota-kota Israel yang terkena pecahan rudal Iran.
Konflik ini juga diiringi perang media yang intens untuk menguasai opini publik global, di mana pihak Barat mendominasi narasi melalui media transnasional seperti AP,AFP, BBC, Reuters.
Iran menyatakan tidak mempercayai AS dan menolak upaya mediasi, seiring dengan berlanjutnya serangan balasan mereka, sebaliknya Presiden AS Donald Trump mengeklaim, dialog dengan pihak Iran cukup poduktif.
Iran tetapkan 4 syarat
Iran disebut-sebut menetapkan empat syarat khusus untuk mengakhiri perang, sementara militer Iran menolak tawaran gencatan senjata AS.
Eskalasi berlanjut dengan serangan rudal, dan Iran menekankan agar AS tidak menyamarkan kekalahan mereka sebagai kesepakatan damai.
Sementara itu, mengacu rencana Washington mengerahkan sekitar 3.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah untuk mendukung operasi menghadapi Iran mengindikasikan serangan darat akan segera dimulai.
Selain pasukan tersebut, sudah ada 5.000 personil marinir yang ditempatkan di gugus tempur armada AS terdiri dari dua kapal induk: USS Abraham Lincoln (sudah ditarik) dan USS Gerald For, dua kapal serang amfibi dan sejumlah kapal pengawal lainnya.
Bagi yang terus mengikuti jalannya perang, perlu pemahaman lebih terkait lika-liku militer, taktik, strategi dan pesenjataan, apalagi bertebarannya narasi kebohongan atau hoaks yang bisa mengecoh. (CNNI/ns)




