SRAGEN – Warga di sebanyak 22 desa di 8 kecamatan di Sragen, Jawa Tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah dilanda musim kemarau selama empat bulan.
Desa yang dilanda krisis air bersih berada di Kecamatan Kalijambe, Sumberlawang, Tanon,Miri, Sukodono, Tangen, Gesi dan Jenar.
350 jiwa penduduk di Desa Dawung Kecamatan Jenar kesulitan air bersih setelah sumur sumber air penduduk mengalami longsor.
BPBD sudah mengalokasikan dana Rp 44,5 juta untuk droping air bersih dan Pemerintah daerah berusaha meminimalisir kondisi kekeringan dengan mencari sumur dalam yang memungkinkan digunakan untuk memasok kebutuhan air bersih.
BPBD Kabupaten Sragen hanya mampu menganggarkan 150 tangki untuk meminimalisir dampak kekeringan bagi penduduk, dan dibutuhkan sebanyak kurang lebih 581 tangki air bersih untuk mengatasi krisis air bersih di Kabupaten Sragen.
Menjawab kebutuhsn tersebut, tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa telah mengalirkan bantuan sebanyak 41.000 liter air bersih.
Bantuan tersebut disebar di Dukuh Jenar, Desa Jenar, Kecamatan Jenar sebanyak 8.000 liter, Dukuh Winong, Desa Dawung, Kecamatan Jenar 4.000 liter, Dukuh Keplik, Desa Jenar, Kecamatan Jenar 8.000 liter, Dukuh Sempu, Desa Banyurip, Kecamatan Jenar 8.000 liter, Dukuh Glagah, Kecamatan Tangen 5.000 liter, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen 4.000 liter, dan Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono 4.000 liter.





