NEWYORK – Perusahaan piranti lunak, Enigma Software Group, yang membuat SpyHunter software anti-malware, menganalisa lebih dari 25 juta virus komputer yang tertangkap program antivirusnya di 150 kota terbesar AS.
Sekitar 3 Kota terbesar – New York, Los Angeles dan Chicago- merupakan kota yang paling banyak diserang virus, karena memang kawasan tersebut paling padat penduduknya. Menyusul kota lainnya seperti Little Rock, Arkansas, Tampa, Florida dan St. Louis juga memiliki tingkat infeksi virus komputer tinggi.
Penyebab utama komputer menangkap virus, menurut Enigma, salah satu faktornya adalah cuaca buruk, seperti badai salju dan badai berat, sehingga orang malas meninggalkan rumah dan memilih menjelajah internet, termasuk untuk berbelanja.
Nah, menurut pengalaman CyberMonday, situs belanja di Amerika, semasa musim perayaan thanksgiving, situs ecommerce itu mendapat lonjakan pembeli. “Akibatnya gangguan virus juga meningkat 40 persen dari biasanya,” kata Ryan Gerding dari Enigma.
Cara virus tersebut menginveksi, lanjutnya, orang-orang jahat mengelabui orang lebih mudah dengan memasang link tipuan yang membuat orang mengambil virus yang dipasang di link tersebut dengan menggunakan link situs yang paling banyak diklik orang.
“Salah satu cara yang paling umum yang membuat komputer terinfeksi oleh malware adalah ketika mereka tertipu untuk mengklik link yang mendownload malware atau membawa mereka ke situs-situs yang memiliki virus. Link ini datang dalam bentuk e-mail atau pesan media sosial dibajak oleh hacker,” jelas Ryan.





