SHENZHEN (KBK) – Pemerintah Kota Shenzhen, Tiongkok selatan, Kamis (21/1/2016) melaporkan infeksi ketiga Virus Flu Burung, H5N6 di kota itu.
“Seorang wanita 31 tahun di Kabupaten Futian awalnya demam, 8 Januari 2016 dan dalam kondisi kritis setelah dirawat di rumah sakit pada 14 Januari,” kata Ma Hanwu, Wakil Direktur Pusat, Pencegan dan Pengendalian penyakit di Shenzen.
Setelah perawatan medis, lanjut Ma, wanita itu sementara sudah berada dalam kondisi stabil.
Ma mengatakan, virus H5N6 memiliki risiko rendah menginfeksi manusia termasuk penularan dari manusia ke manusia, tapi warga harus ke dokter jika mereka mengalami demam.
Pasien pertama yang terkena H5N6 ini di Shenzhen meninggal 30 Desember 2015 lalu. Analisis dari Gen-nya, wanita 26 tahun itu terinfeksi dari kontak dengan unggas hidup di pasar unggas.
Pihak berwenang di Shenzhen telah memerintahkan penutupan pasar unggas lokal selama tiga minggu mulai 9 Januari 2016.
Terlepas dari kasus di Shenzhen, Kota Zhaoqing, Provinsi Guangdong juga melaporkan satu kasus paparan Virus H5N6 dan di Provinsi Jiangxi juga melaporkan satu pasien.
Menurut Xinhua, Kamis (22/1/2016), infeksi H5N6 ke manusia pertama di dunia dilaporkan pada bulan Mei 2014 di barat daya Provinsi Sichuan, Tiongkok.





