JAKARTA (KBK) – Disaat banyak anak menghabiskan waktunya untuk bermain dan bercengkrama dengan keluarga, namun tidak halnya dengan Fadli. Selepas pulang sekolah bocah laki-laki ini justru berdagang donat. Dengan menggunakan toples besar sebagai wadah dan tas pinggang yang ia selempangkan ke pundak, Fadli berkeliling menawarkan donat.
“Anak ini namanya Fadli. Dia jualan donat sepulang sekolah,” tulis pemilik akun Facebook Aiai Gozali di dinding Komunitas Ketimbang Ngemis Jakarta.
Kisah Fadli kini telah di share melalui media sosial Facebook, tak heran jika ribuan orang membagikan kisah Fadli yang rela kehilangan masa kecilnya untuk membantu orangtuanya tersebut. Sampai hari ini postingan yang memuat kisah Fadli telah dibagikan ke lebih dari 5.417 netizen.
“Katanya bantu-bantu orangtua buat nambah biaya bayar sekolah. Disaat anak-anak seumurannya kebanyakan bermain dengan gadget, tapi dia mau berusaha dan meringankan beban orang tuanya,” jelas Aiai.
Apa yang dilakukan Fadli mungkin terdengar sederhana namun hanya dengan berjualan donat Fadli dapat memupuk cita-citanya, meringankan beban orang tua membiayai kehidupan sehari-hari. Sepulang sekolah biasanya Fadli langsung berjualan donat di sekitar SMP 258 atau SDN Cibubur 10 Jakarta Timur.
Cerita Fadli yang penuh semangat membantu orangtuanya ini pun menarik perhatian netizen untuk berkomentar.
“Semangat Fadli, proses tidak akan pernah menghianati hasil. Semoga kelak menjadi orang sukses kamu nak! Proud of you Fad,” ucap Rioteza dalam komentarnya.
Bisa jadi Fadli adalah satu dari jutaan anak-anak Indonesia yang harus bekerja membantu orangtuanya. Memang tak hanya Fadli yang membutuhkan perhatian, namun setidaknya cerita Fadli yang kini telah banyak tersebar di media sosial bisa memberikan pelajaran, bahwa di saat kamu mengeluhkan nasib atau pekerjaan ada orang lain, bahkan usianya mungkin lebih muda dari dirimu tetap tersenyum meskipun di pundaknya ia harus memikul beban yang bisa saja beratnya melebihi bebanmu.





