Bayi Kembar Siam Asal Tasikmalaya Kritis

Ilustrasi/ Ist

TASIKMALAYA – Fatimahtunzahra dan Fahimatunnisa bayi  kembar siam dengan kondisi dempet pada bagian perut, anak dari Khaeruman (44) kini dalam kondisi kritis.

Anak dari buruh jahit asal Kampung Sukaurip, Desa Majasari, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya itu lahir pada Selasa (29/11/2016), pukul 13.30 WIB.

Kini Khaeruman  mengaku cemas karena takut  kedua anak kembarnya yang ketiga dan keempat tak dapat diselamatkan karena saat ini dalam kondisi kritis. Bayi kembarnya lahir di rumah tanpa bantuan medis yang memadai dan sekarang sedang di rawat intesif di ruang NICU Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

Dilansir PR,  Khaeruman menceritakan, ia mengaku sempat panik saat istrinya Erni (34) akan melahirkan. Pasalnya, ia sedang dalam kondisi pincang karena mengalami kecelakaan satu bulan lalu. Dia mencoba menghubungi bidan terdekat, namun sang istri terlanjur sudah melahirkan tanpa bantuan siapapun di kamar mandi.

“Proses persalinannya keluar langsung, memang sepertinya tidak mungkin karena kembar, tetapi mungkin sudah kuasa Allah. Baru setelah bayi keluar, bidannya datang, dan oleh bidang langsung di bawa ke Puskesmas,” ucap Khaeruman.

Menurut Khaeruman, sejak awal kehamilan sang istri, ia mengaku sudah mengetahui jika anaknya akan terlahir kembar. Meskipun demikian, mereka tidak dapat mengetahui kondisi dempet sang bayi karena pada saat pemeriksaan rutin tidak terdeteksi.

Kini, Khaeruman berharap kedua anaknya dapat segera dipisahkan dan bisa normal seperti bayi lainnya. Namun, Khaeruman masih bingung, apakah biaya pemisahan Zahra dan Nisa ditanggung pemerintah atau tidak.

“Saya dan istri punya Kartu Indonesia Sehat, tetapi anak saya belum. Kalau tidak ada bantuan pemerintah bingung juga, saya sekarang masih menganggur, tidak ada pemasukan,” kata Khaeruman.

Dokter spesialis anak yang menangani Zahra dan Nisa, Mahbub Muhammady menuturkan, saat dilahirkan kedua bayi dalam kondisi dempet di bagian dada hingga perut. Keduanya berjenis perempuan dengan berat badan 3 kilogram. Saat ini, kondisi keduanya dalam kondisi kritis karena mengalami gangguan pernafasan. Pihak rumah sakit berupaya menstabilkan kondisi bayi sebelum melakukan observasi lebih jauh.

“Kami belum dapat pastikan organ dalam mana yang menempel, tetapi kami pastikan keduanya memiliki jantung. Mengenai operasi pemisahan, kita sudah koordinasikan dengan pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin, karena fasilitasnya ada di sana,” ucap Mahbub.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Dr.Soekardjo Budi Tirmadi mengatakan, pihaknya sudah mengonfirmasi terkait fasilitas jaminan kesehatan yang dimiliki keluarga Khaeruman. Setelah dikonfirmasi, Kartu Indonesia Sehat milik Khaeruman ternyata atas nama ibunya.

“Kita sudah konfirmasi ternyata KIS milik neneknya. Padahal, administrasi KIS itu harus sudah lengkap besok,(Kamis). Ya mungkin bisa diantisipasi dengan Jamkesda. Masalah ke Bandung, kita tunggu kondisi bayi stabil dulu,” ucap Budi.

Advertisement