EROPA – Pertempuran yang terus terjadi di Aleppo membuat Eropa khawatir akan terjadinya krisis pengungsi, karena Eropa menjadi tuan rumah sekitar satu juta pengungsi Suriah.
Pertempuran Aleppo telah memaksa puluhan ribu orang lagi melarikan diri. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan, Eropa harus menanggapi dan menampung para pengungsi.
John Dalhuisen dari Amnesty International mengatakan, “Orang-orang Eropa siap menerima pengungsi. Mereka ingin memastikan bahwa itu akan dilakukan secara teratur, terorganisir, bahwa ada syarat-syarat penerimaan yang menunggu mereka di negara mereka, bahwa tidak akan ada kesulitan sosial secara internal.” tuturnya.
Namun di sisi lain, Eropa juga kewalahan menangani arus migran dan hal tersebut bisa menimbulkan perbedaan kebijakan antara Brusel dan Washington.
“Prioritas pertama bagi bangsa Eropa adalah menghentikan gelombang baru pengungsi yang datang ke benua Eropa, ” jelas Michael Stephens dari Royal United Services Institute, dikutip dari VOA, Senin (5/12/2016).
Menurut Stephens, untuk Eropa perang di Suriah tidak lagi memiliki kepentingan strategis seperti dulu.
Ia menambahkan jika berakhirnya perang di Aleppo mungkin harus dibayar dengan tetap berkuasanya Bashar al-Assad. Karenanya rakyat Eropa masih terus meredam keinginan turunnya bashar Al-Assad dari kekuasaan di Suriah, karena jika tidak dikawatirkan perang terus berlanjut dan krisis pengungsi akan terjadi.





