Disdik Pidie Jaya Dirikan Sekolah Tenda Darurat

Sekolah tenda darurat di Pidie Jaya/ Metrotvnews

ACEH – Untuk mengembalikan aktivitas belajar mengajar di Pidie Jaya Aceh pasca gempa,  dinas pendidikan Pidie Jaya telah membangun sekolah darurat dari tenda sebagai pengganti ruang belajar yang rusak.

Tujuh unit tenda dibangun untuk sekolah PAUD dan SD Negeri Plandok Tunong. “Untuk saat ini sudah ada tujuh unit dari kita dan kemarin ada dua unit dari BNPD untuk sekolah SMK,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Saiful Rasyid.

Ia juga  sudah meminta pada semua guru agar bisa hadir di sekolah masing-masing untuk melakukan pembersihan hari ini. Dia juga meminta setiap kepala sekolah bisa berkoordinasi dengan relawan di daerah tersebut untuk meminta bantuan selama proses pembersihan.

Saiful menjelaskan, saat ini sekolah di kabupaten Pidie Jaya sudah memasuki masa ekstrakurikuler. Dia mengatakan para siswa sudah tidak dalam kondisi belajar mengajar karena ujian semester sudah selesai. Namun dia juga mengharapkan agar siswa bisa hadir di sekolah seperti biasanya.

Untuk pembelajaran di semester genap nantinya, Saiful akan mengupayakan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan kalender akademik.

“Agar siswa tahu bahwa sekolah sudah dimulai kembali,” jelas Saiful, dilansir m`etrotvnews, Selasa (13/12/2016).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pidie Jaya, ada 84 sekolah rusak, di antaranya 60 SD, 15 SMP, 5 SMA, dan 4 SMK. Masing-masing tersebar di Bandar Dua, Bandar Baru, Trienggadeng, Panteraja, dan Meureudu.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei mengatakan, pihaknya secepat mungkin akan mendirikan tenda-tenda darurat untuk sekolah yang hancur di Pidie Jaya. Hal itu menjadi prioritas utama untuk pemulihan fungsi masyarakat selain sarana ibadah dan pasar.

Advertisement