BIMA – Seorang anak berusia 10 tahun, warga Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasana’e Timur, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan menghilang namun belum dapat dipastikan hilang akibat banjir atau bukan.
Kehilangannya belum dapat dipastikan karena banjir karena menurut laporan keluarga korban anak tersebut hilang sebelum banjir datang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima Syaripuddin, pada Kamis (22/12/2016) telah mendapatkan laporan dari keluarga korban bahwa bocah yang dimaksud dinyatakan hilang sekitar pukul 10.00 sebelum bencana terjadi.
Syaripuddin tidak berani memastikan, apakah bocah itu hilang terbawa arus banjir. Pihaknya bersama tim masih melakukan pencarian terhadap korban. “Tim sudah kami terjunkan untuk mencarinya,” tuturnya, seperti dilansir Tempo.co, Jumat (23/12/2016).
Bima diterjang banjir bandang sejak dua hari lalu. Berbagai fasilitas publik, seperti jembatan, ambruk. Rumah dan kendaraan milik penduduk ikut hanyut terbawa harus banjir. Ribuan orang mengungsi. Namun, sejauh ini, belum ada laporan resmi jumlah korban jiwa akibat banjir Bima.





