MELBOURNE – Sebuah rencana serangan teror yang dirancang untuk dilakukan di perayaan hari Natal di Melbourne, berhasil digagalkan kepolisian Australia.
Kepala Kepolisan Victoria, Graham Ashton, mengatakan polisi berhasil menahan lima orang dalam aksi penggerebekannya pada Jumat (23/12/2016) pagi.
Ashton mengatakan ancaman serangan itu meliputi penggunaan bahan peledak dan senjata lainnya termasuk senjata tajam atau senjata api.
Serangan direncanakan akan dilakukan di berbagai lokasi penting di kota Melbourne, diantaranya, stasiun kereta api Flinders St, Federation Square, dan Gereja Katedral St Paul, tambahnya.
Kini ia berani menjamin tidak ada lagi bentuk serangan apapun yang akan terjadi di Natal nanti. “Saat ini kami sudah menetralisir berbagai ancaman dan tidak ada lagi ancaman serangan yang mungkin terjadi,” katanya, seperti dilansir BBC.
Sementara itu empat tersangka merupakan pria berdarah Lebanon kelahiran Australia berusia sekitar 20 tahunan, sementara satu orang lainnya adalah warga Australia keturunan Mesir. Mereka mengklaim aksi mereka terinspirasi oleh propaganda kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).





