Kementan dan Kemenkes Bentuk Tim Penanganan Antraks

Ilustrasi/ asstatic.com

JAKARTA – Dalam upaya menangani kasus dugaan penyakit antraks di Yogyakarta, Menteri Pertanian Andi Amram Sulaiman menyebut kementerian yang dipimpinnya sudah membentuk tim bersama Kementerian Kesehatan guna mencari kepastian kasus penyakit menular pada ternak yang disebabkan oleh kuman Bacillus anthracis tersebut.

“Sekarang ini sudah terkendali, semuanya sudah terkendali. Diisolasi di sana (Ybersaogyakarta, Red) dan kami sudah bentuk tim dengan Kementerian Kesehatan,” kata Mentan.

Ketika ada informasi dugaan antraks, tim dari Kementan langsung mencari data-data dan informasi yang diperlukan untuk mendapatkan kebenarannya. “Jadi sebelum diketahui (publik), kami sudah isolasi di sana dan sudah aman. Jangan dibesar-besarkan, cuma satu yang diduga kena dan sudah ditangani dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu dilansir Republika, Minggu (22/1/2017), Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Fadjar Sumping Tjatur Rasa menjelaskan, tim Kementan sudah bergerak cepat untuk merespons dugaan kasus antraks di Kabupaten Kulonprogo. Tim bentukan Ditjen PKH langsung mengunjungi Dusun Penggung, Dusun Ngroto, Dusun Ngaglik, dan Dusun Wonosari, Desa Purwosari Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo pada 10 Januari 2017.

Tim melakukan investigasi dan pengambilan sampel guna uji laboratorium sekaligus memberikan bantuan vaksin dan obat-obatan.

“Bantuan berupa 17.500 dosis vaksin antraks, 48 botol antibiotik 100 mililiter, 48 botol vitamin 100 mililiter, empat botol disinfektan maisng-maisng 2,5 liter, dan satu unit spray,” katanya.

Fadjar melanjutkan, berdasarkan hasil investigasi lapangan diperoleh informasi bahwa telah terjadi dugaan antraks tipe kulit pada 16 orang dan megakibatkan kematian satu ekor sapi dan 17 ekor kambing. Kematian ternak tersebut terjadi sejak November 2016 dan tidak pernah dilaporkan, baik oleh peternak maupun masyarakat, kepada dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan.

 

Advertisement