471 Desa di Myanmar Jadi Target Operasi Pembersihan

Pengungsi Rohingya berjuang masuki perbatasan Bangladesh/ Reuters

MYANMAR – Juru bicara pemerintah mengatakan desa yang didiami oleh minoritas Muslim Rohingya Myanmar sekarang benar-benar kosong.

Zaw Htay mengatakan dari 471 desa yang menjadi sasaran “operasi pembersihan” oleh tentara sejak akhir Agustus, 176 sekarang kosong dan setidaknya 34 lainnya sebagian ditinggalkan.

Kekerasan di Rakhine terus memicu rentetan kecaman terhadap Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar.

Peraih Nobel tersebut dijadwalkan menghadiri sidang umum PBB minggu depan, namun Zaw Htay mengatakan bahwa dia sekarang akan melewatkan acara tersebut.

“Alasan pertama adalah karena serangan teroris Rakhine,” katanya. “Alasan kedua adalah ada orang yang menghasut kerusuhan di beberapa daerah, Yang ketiga adalah bahwa kita mendengar bahwa akan ada serangan teroris dan kita mencoba untuk mengatasi masalah ini.” ujarnya, dikutip Guardian.

Tahun lalu, dalam pidato pertamanya ke majelis umum PBB sebagai pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi mendapat pujian karena berjanji untuk menegakkan hak-hak minoritas.

Bangladesh telah mendesak Myanmar untuk mengambil kembali Rohingya yang telah melarikan diri dalam beberapa pekan terakhir, namun pada hari Rabu Zaw Htay menyarankan agar tidak semua dari mereka dapat segera kembali.

“Kita harus memverifikasinya; kami hanya bisa menerimanya setelah diverifikasi, “katanya.

Advertisement