502 Warga Jakarta Terjangkit DBD dalam Waktu Sepekan

Ilustrasi

JAKARTA – Dalam sepekan sebanyak 502 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di DKI Jakarta dan membuat Jakarta  masuk dalam fase waspada kejadian luar biasa (KLB) DBD.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, sepekan belakangan jumlah kasus DBD terus meningkat hingga lima kali lipat.

Sebelumnya, pada 20 Januari 2019, jumlah kejadian DBD baru tercatat 111 kasus. Saat ini jumlah DBD sudah mencapai 613 kasus.

“DKI daerah endemis DBD. Kami bikin kriteria (KLB) sendiri bersama BMKG untuk kewaspadaan. Kami berikan status waspada agar tidak bergerak,” ujar Widyastuti, dilansir Sindo, Selasa (29/1/2019).

Widyastuti merinci, kasus demam berdarah paling menonjol terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.

“Pada Februari dan Maret 2019, seluruh wilayah DKI Jakarta masuk dalam kategori waspada KLB DBD,” ucapnya.

Untuk mewaspadai meluasnya DBD, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah bekerja sama dengan BMKG dalam pengembangan model prediksi angka DBD berbasis iklim yang dapat diakses melalui http:// bmkg.dbd.go.id/.

Selain itu, Pemprov DKI juga melakukan fogging di wilayah asal korban DBD dengan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) positif. “Kami telah menginstruksikan semua fasiltas pelayanan kesehatan untuk melakukan deteksi dini dan tata laksana kasus DBD sesuai standar,” katanya.

 

Advertisement