DELHI – Kota besar seperti Delhi, India termasuk kawasan padat yang rawan kasus penculikan anak. Meskipun laporan terakhir menyatakan jumlah anak-anak yang hilang di kota Delhi setiap tahun telah berkurang.
Menurut laporan yang dirilis oleh Aliansi Hak Asasi Manusia (APR) dan Hak Anak dan Anda (CRY), sekitar 17 anak hilang setiap hari di Delhi sepanjang tahun 2017. Laporan itu juga menyatakan bahwa dari 26.761 anak-anak yang hilang di Delhi antara Januari 2012 dan Maret 2017, 63,65% hingga kini belum terlacak.
Dibandingkan dengan empat negara bagian lain di mana jumlah anak-anak yang hilang di Delhi termasuk yang tertinggi. Di Bengal Barat 15,03% ; 23,4% di Madhya Pradesh; 45,20% di Uttar Pradesh dan 42,72% di Gujarat.
Meskipun Laporan itu juga menyebutkan Anak-Anak Hilang di Delhi dalam 2018, telah berkurang.
Dari anak-anak yang hilang, anak perempuan yang banyak hilang dibandingkan anak laki-laki. Pada 2017, 3.915 anak perempuan hilang, sementara anak laki-laki sejumlah 2.435 anak. Disparitas gender sangat mencolok pada kelompok usia 12 hingga 18, di mana 1,665 anak laki-laki dan 3,536 anak perempuan dilaporkan hilang.
Menurut laporan itu, perdagangan anak perempuan yang menjadi alasan utama dan juga adanya fenomena kawin lari meskipun tidak ada catatan resmi. Kawin lari menjadi alasan pihak keluarga melaporkan anak perempuannya hilang ke polisi. Hal ini juga diikuti sangat sedikit pernikahan anak di bawah umur yang terdaftar di Delhi.
Laporan itu juga mengkritik Kepolisian Delhi karena tidak serius mengungkap kasus anak hilang ini. “Tidak ada penelitian skala luas atau analisis komprehensif terhadap anak-anak yang hilang dengan tujuan untuk mengatasi dan menangani masalah ini di Delhi,” kata laporan itu seperti dikutip dari Indian Express.
Pada diskusi panel tentang laporan itu, dari DCP (Crime Branch), Joy Tirkey, mengatakan bahwa sistem pengenalan wajah yang akan segera diluncurkan akan sangat membantu melacak anak-anak hilang.





