65 Dari 90 Penderita Difteri di Jakarta Adalah Anak-anak

ilustrasi

JAKARTA – Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso,Rita Rogayah, mengatakan jumlah pasien penyakit difteri terus bertambah.

Hingga Senin (18/12/2017), pasien yang dicurigai terkena difteri di RSPI Sulianti Saroso berjumlah 90 orang. Mereka masih menjalani perawatan di ruang isolasi. Sebanyak 65 diantaranya anak-anak.

Ditambahkannya sejak 9 Desember lalu,  rata-rata pasien difteri yang masuk ke RSPI Sulianti Saroso 7 hingga 10 pasien per hari. Berdasarkan komunikasi dengan keluarga pasien anak,  10 pasien yang terindikasi difteri berstatus telah mendapat imunisasi lengkap.

Sedangkan 43 lainnya tidak mendapat imunisasi lengkap, dua anak lainnya tak mendapat imunisasi dan sisanya 5 orang tidak diketahui status imunisasinya.

“Karena imunisasi itu kan ada jadwalnya.Apakah jadwal itu dilakukan dengan tepat?. Mungkin dia bilang sudah melakukan imunisasi lengkap, tetapi interval imunisasinya cocok tidak dengan apa yang sudah ditetapkan dokternya. Kemudian yang kedua yang penting juga status gizi anaknya. Kalau dia imunisasi lengkap tetapi gizinya tidak baik, mungkin ini juga bisa mempengaruhi,” kata Rita, dikutip VOA.

Difteri dinyatakan sebagai penyakit luar biasa di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jawa Timur, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), Banten, Jawa Barat dan beberapa wilayah lainnya.

Penyakit ini menyebabkan kematian karena bakteri menyumbat saluran pernafasan, menimbulkan komplikasi miokarditis atau radang pada dinding jantung bagian tengah, dan berakhir dengan gagal ginjal serta gagal sirkulasi.

 

Advertisement