
JAKARTA, (KBKNEWS) – 168 – GEMPA bumi susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu masih terus terjadi hingga Minggu (16/8).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, ada 731 kali gempa susulan hingga pukul 07.00 WIB.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan dari ratusan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai 6,2.
“Total gempa bumi susulan hingga 16 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB sebanyak 731 kejadian,” kata Arief dalam keterangannya. Menurut dia, gempa susulan yang tercatatat memiliki magnitudo paling kecil 1,9. Sementara itu, sebanyak 16 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5,0.
Dari seluruh rangkaian gempa susulan tersebut, sebanyak 42 gempa dirasakan oleh masyarakat. Arief menjelaskan, aktivitas gempa susulan masih menunjukkan kondisi yang fluktuatif.
Berdasarkan grafik peluruhan gempa, BMKG belum melihat pola penurunan aktivitas yang benar-benar jelas. “Dari grafik peluruhan masih fluktuatif, belum terlihat jelas pola peluruhan,” ujar Arief.
Arief mengatakan, masyarakat masih perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan dalam beberapa waktu ke depan.
BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil.
“Estimasi sekitar dua sampai tiga minggu ke depan akan stabil,” kata Arief. Walau begitu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.
Perhatikan kondisi bangunan
BMKG juga meminta warga tetap memperhatikan kondisi bangunan di sekitar tempat tinggal dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Gempa utama bermagnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8). Gempa tersebut kemudian diikuti ratusan aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung hingga saat ini.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan signifikan. Saudara-saudara kita di NTT tengah dirundung duka karena gempa M 7,7.
Menurut Kapusdatin dan Komunikasi Kebecanaan BNPB Berton SP Panjaitan, sudah 47 orang tewas, terbanyak di Kab. Manggarai (23 jiwa), lalu di Kab. Manggarai Timur (17 jiwa), di Kab. Sikka 4 jiwa, dan di Manggarai Barat, Ende dan Nagekeo masing- masing satu, sementara jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 5.000 orang. (kompas.com/ns)




