Presiden Akui Sistem Birokrasi Masih Tidak Efisien dan Berbelit-belit

Di sidang tahunan dan sidang bersama DPR dan DPD di Senayan, Jakarta, Jumat (148) Prseiden Prabowo Subianto mengakui birokrasi yang berbelit-balit masih menjadi persoalan negeri ini. (foto:KSP)

JAKARTA – (KBKNEWS) 14/8 – PRESIDEN RI Prabowo Subianto mengakui, sistem birokrasi yang tidak efisien dan berbelit-belit merupakan persoalan yang sedang dihadapi negeri ini.

“Kita harus mengakui, persoalan birokrasi yang berbelit-belit, yang tidak bekerja dengan efisien adalah masalah yang dihadapi bangsa ini” kata Prabowo, dalam Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD 2026, Jumat (14/8).

Prabowo menegaskan, pengakuannya atas masalah birokrasi itu bukan untuk mencari kambing hitam siapa yang salah, tetapi untuk mencari solusi.

“Walaupun kita tidak menyalahkan siapa pun, kita melangkah dengan mencari solusi. Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik,” ucap dia.

Prabowo mengungkapkan adanya para birokrat yang sering menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, memperkaya keluarganya, dan memperkaya kelompoknya.

“Ini harus kita berantas,” tegas dia. Kepala Negara mengingatkan, upaya untuk menutupi-nutupi masalah tidak lagi dapat dilakukan di era digital dan era informasi.

“Bukan kita tutup-tutupi. Era sekarang era digital, era informasi, tidak ada gunanya kita tutup-tutupi. Justru kita harus selesaikan masalah ini,” tutur dia.

Menurut dia, untuk menyelesaikan persoalan birokrasi, ia meminta adanya persatuan antara para pemimpin dan kelompok politik.

“Ini memerlukan persatuan di antara semua pemimpin dan kelompok politik. Karena birokrasi yang tidak efisien, birokrasi yang korup, akan menghancurkan suatu bangsa,” imbuh dia.

Ia menegaskan, setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama yang paling bawah.

“Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin. Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya. Kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia. RI anggota G20, tidak pantas masih ada rakyat kelaparan,” ujar dia. (kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here