87 Orang Tewas dalam Penyerangan Bersenjata di Burundi

Dampak kekerasan di Burundi / BBC

BUJUMBURA (KBK) – Sekitar 87 termasuk 79 orang bersenjata, 4 tentara dan 4 polisi tewas dalam serangan ke barak militer Jumat (11/12/2015) di ibukota Burundi Bujumbura dan serangan di Mujejuru di Provinsi Bujumbura, tentara Burundi, Sabtu (12/12/2015).

“79 penyerang tewas dan 45 ditangkap serta 97 pucuk senjata dari berbagai jenis dan beberapa amunisi disita selama operasi. Di sisi kami, 4 tentara dan 4 polisi tewas dan 9 tentara dan 12 polisi terluka,” kata Juru Bicara Angkatan Darat Burundi, Kolonel Gaspard Baratuza dalam sebuah pernyataan.

Baratuza menjelaskan setelah sekolompok orang bersenjata menyerang barak militer di Ngagara, sebagian dari penyerang bersembunyi di Jabe dan Nyakabiga. Pasukan keamanan Burundi berusaha mengejar mereka kemudian membunuh para penyerang yang tersisa.

“Operasi kini telah berakhir,” kata Baratuza.

Jumat pagi, lebih dari 150 pasukan bersenjata menyerang tiga barak militer di ibukota Bujumbura; barak militer Ngagara, barak Logistik militer dan Akademi Militer (ISCAM) yang terletak di Musaga.

Baratuza menuturkan, mereka juga berusaha menyerang secara bersamaan Barak Militer Mujejuru di provinsi Bujumbura dengan tujuan “mencuri” senjata dan peralatan militer lainnya yang akhirnya mereka akan menyerang penjara dan membebaskan tahanan.

Burundi menghadapi kekacauan politik sejak April 2015 ketika Presiden Pierre Nkurunziza mengumumkan melanjutkan masa jabatannya untuk periode ketiga, sementara konstitusi di Burundi hanya dibolehkan 2 kali periode.

Seperti dilansir Kantor Berita Xinhua, Ahad (13/12/2015), krisis politik ini telah menyebabkan 300 orang tewas dan memaksa sekitar 200.000 orang mengungsi ke negara-negara tetangga.

Advertisement