
CHINA di tengah kemajuan ekonominya, unjuk gigi kekuatan militer dalam parade alutsista guna memperingati HUT ke-70 negeri itu, digelar di lapangan Tiananmen, Beijing, Selasa (1/10) ini.
Tidak tanggung-tanggung, parade diikuti 15-ribu personil Tentara Rakyat China (PLA), 160 pesawat udara dan 580 jenis alutsista, yang diklaim seluruhnya buatan dalam negeri.
Ambisi China menggeser posisi Amerika Serikat sebagai militer terkuat dunia tampak jelas, dilihat dari anggaran militernya (pada 2019) sebesar 177,5 milyar dolar AS atau sekitar Rp2.845 triliun atau lebih besar dari APBN Indonesia sekitar Rp2.500 triliun atau lebih 25 kalinya anggaran belanja TNI (Rp110 triliun).
Tentu jumlah pengeluaran militer China tersebut masih jauh di bawah AS sebagai negara adi daya yang mengalokasikan 610 milyar dolar atau Rp8.540 triliun belanja militer pada 2019.
Rudal balistik Dong Feng DF-41 yang disebut-sebut berjarak jangkau 15-ribu Km atau lebih sepertiga keliling bumi atau mampu menyasar benua Amerika dilaporkan diikutkan dalam parade tersebut.
Selain DF-41 yang mampu membawa 10 hulu ledak dengan target berbeda dan melaju pada 25 kali kecepatan suara, diperagakan juga varian DF lainnya yakni DF-17, DF-31 dan DF-100 yang dibuat untuk sasaran di laut termasuk kapal induk serta rudal balistik JL-2 dan JL3 yang berbasis di kapal selam.
Teknologi dirgantara China menampilkan pesawat tempur generasi kelima J-20 Chengdu yang disebut-sebut bisa disandingkan dengan pesawat-pesawat tempur buatan AS seperti F-22 Raptor dan F-35 Super Lightning.
China yang di era ’60-an masih mengopi paste pesawat-pesawat tempur buatan Uni Soviet seperti berbagai varian MiG (MiG-21, Mig-23 sampai MiG-29) dan juga Sukhoi SU-27 dan S-30 kini sudah mampu memproduksi sendiri seluruh komponen pesawat.
Di laut, China juga sudah mengoperasikan kapal induk Lioning buatan Ukraina yang dimodifikasi, dan sekarang sedang membangun dua kapal induk lainnya di galangan dalam negeri.
PLA yang didukung sekitar 2,7 juta personil tetap, di darat mengoperasikan 13.000 tank termasuk tank type 15 buatannya, 40.000 kendaraan tempur 10.000 pucuk artileri dan 2.000 peluncur roket.
Kekuatan udara China didukung 1.300 pesawat tempur berbagai jenis termasuk varian jiplakan MiG dan Sukhoi buatan Rusia (J-16 dari SU-27, Shenjang-15 dari SU-33) atau J-10 (tiruan F-16 buatan AS). Ada juga pengembom JH-6 yang merupakan modivikasi pesawat Tupolev TU-16 Badger eks- Uni Soviet di era 1950-an yang salah satu variannya, TU-16 KS juga pernah dimiliki TNI-AU.
Sedangkan AL China selain mengoperasikan satu kapal induk, didukung 33 destroyer, 52 fregat, 42 korvet serta 76 kapal selam, sebagian bertenaga nuklir.
China juga merupakan salah satu negara pemasok senjata utama dunia selain AS, Rusia dan negara-negara Uni Eropa lainnya. (NS/berbagai sumber)
_




