Masih Ada Warga Serang BAB di Kebun

JAMBAN - Tim LKC Dompet Dhuafa ajak masyarakat Kampung Lorog, Dompet Dhuafa untuk tidak Buang Air Besar (BAB) di sembarangan atau di kebon. Tapi BAB di Jamban. Foto: LKC

SERANG – Masih ada warga di Kota Serang yang Buang Air Besar (BA) di kebun atau istilah lainnya Dolbon. Salah satunya di Kampung Lorog, Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen.

“Hampir 99 persen masyarakat disini tidak punya WC, kesadaran masyarkat disini untuk buang air besar (BAB) di tempat yang layak masih kurang, makanya kita berikan penjelasan bahwa Dolbon itu tidak baik,” kata Danan Panggih Wisastra,  Penanggung Jawab Program STBM di Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Banten, di Kasemen, Kota Serang, Kamis (3/10/2019).

Dari 125 kepala keluarga (KK) di kampung Lorog dan ada sekitar 85 rumah, hanya ada 2 rumah yang mempunyai jamban, selebihnya warga membuang air besar di sawah serta di saluran air.

“Yang ga punya kamar mandi mah pada buang airnya di sawah pak, ada juga yang di aliran air” ujar Nawawi (54 tahun) selaku bapak RT setempat.

Belum terbangunnya kesadaran kesehatan sanitasi menjadi sumber permasalahan. Itu bisa terlihat dari banyaknya rumah yang sudah semi permanen, pun sudah dikeramik dan rata-rata warga sudah memiliki motor. Namun warga mengesampingkan untuk membangun WC.

“Mereka tidak punya WC itu tradisi, karna liat dari rumah banyak semi permanen dan sudah di peramik, dan punya motor. Jadi mereka mengedepankan bangun rumah dulu dari pada jamban,” ungkap Danan.

Penanggung Jawab Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) LKC Dompet Dhuafa Banten, Danan Wisastra juga mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini untuk merubah pola sanitasi masyarakat ke arah yang lebih sehat.

“Tujuan kegiatan ini untuk memicu masyarakat supaya tidak buang air besar sembarangan. Kita berikan penjelasan bahwa perilaku BAB Sembarangan itu tidak baik, kita picu rasa malu warga dan agar terbangun rasa tidak nyaman BAB sembarangan,” tutur Danan.

Setelah diberikan edukasi oleh LKC Dompet Dhuafa, ada sekitar 27 warga yang berkomitmen untuk berencana membangun jamban sehat.

“Kita berikan semen dua sak sama kloset dan sisanya dari gotong royong warga, ada sekitar 27 orang yang berkomitmen akan merubah pola sanitasi ke arah yang lebih sehat,” tungkasnya. – Budi/LKC

Advertisement