Dompet Dhuafa Siap Bentuk 200 Cabang

JAKARTA (KBK) – Berangkat dari quick win pengurus baru, di usia ke 26 Dompet Dhuafa siap melebarkan sayap dengan mencetak 200 cabang di 34 provinsi di Indonesia. Menurut Direktur Program Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa Bambang Suherman, hal ini tak terlepas dari kesadaran bila selama ini Dompet Dhuafa lebih bersifat tertutup sehingga publik sebatas diletakan pada posisi muzaki, mustahik dan pihak ketiga yang bekerjasama dalam kontrak pekerjaan.

Kata Bambang program quick win 100 cabang ini diterjemahkan menjadi satu pola pendekatan managament yang lebih terbuka dan memungkinkan pihak lain baik perorangan mau pun lembaga untuk menjadi bagian dari Dompet Dhuafa sebagai Mitra Pengelola Zakat(MPZ) tanpa mengakuisisi lembaga tersebut. Melalui program quick win 100 cabang lanjut Bambang, Dompet Dhuafa menyadari bahwa di masa depan kolaborasi menjadi satu kata kunci untuk mencapai keunggulan. Program ini lantas diejawantahkan oleh divisi Penjar Dompet Dhuafa menjadi 200 cabang sebagai target capaian.

“Cabang ini harus dipandang sebagai entitas mandiri yang telah memiliki portofolio dan peran produktif di masyarakat sehingga apabila peran-peran dan keunggulan produktif tersebut disinergikan dengan program Dompet Dhuafa maka hasilnya akan produktif,” ujar Bambang dalam acara launching 200 cabang Dompet Dhuafa di Jakarta (30/10).

Di sini Dompet Dhuafa menyadari bahwa era koneksi dan berubahnya cara pandang merupakan bentuk keniscayaan. Bambang mengatakan bila dahulu kekuatan dan kekayaan diukur dari resources yang dicari sendiri. Namun di era keterbukaan saat ini resources yang sudah tersedia itu bukan lagi diukur sebagai kekuatannya. Kekuatan justru diukur dari sumber sumber yang mampu menghasilkan sumber daya lainnya.

“Untuk itu DD menginisiasi program ini untuk memperkuat basis sumber sumber yang bisa memproduksi resources dalam bentuk networking dengan satu gagasan yang sama. Hasilnya adalah di dapatkannya satu konsolidasi data sumber daya yang besar. Ini lah yang akan menjadi sumber kekuatan dimasa akan datang,” tegas Bambang.

Menurut Bambang target penghimpunan hanya menjadi output saja. Yang terpenting adalah bagaimana Dompet Dhuafa melakukan penguatan kapasitas dan penguatan portofolio produk dari seluruh network yang tersedia.

Advertisement