WASHINGTON – Amerika Serikat pada Kamis (31/10/2019) memperpanjang sanksi terhadap Iran dengan membidik sektor konstruksinya.
Sanksi itu juga akan menargetkan empat bahan strategis yang digunakan sehubungan dengan program nuklir, militer, atau rudal balistik Iran.
“Sekretaris Negara Mike Pompeo menjatuhkan sanksi setelah sektor konstruksi diidentifikasi sebagai dikendalikan langsung atau tidak langsung oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC),” kata juru bicara Morgan Ortagus, dilansir AFP.
Ketegangan Iran dengan Amerika Serikat telah meningkat tajam sejak Presiden AS Donald Trump tahun lalu menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan mulai menerapkan kembali sanksi unilateral yang melumpuhkan.
Teheran membalas dengan menangguhkan kepatuhannya dengan bagian-bagian dari perjanjian nuklir sampai bantuan sanksi dipulihkan.
“Sanksi terbaru akan membantu menjaga pengawasan terhadap program nuklir sipil Iran, mengurangi risiko proliferasi, membatasi kemampuan Iran untuk mempersingkat ‘waktu breakout” menjadi senjata nuklir, dan mencegah rezim menyusun kembali situs-situs untuk tujuan sensitif proliferasi,” kata Ortagus.





