SERANG – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa turut berpartisipasi dengan menjadi fasilitator dan menggelar booth pameran kebencanaan dalam Konferensi Nasional Pendidikan Bencana III yang digelar pada 4-5 November 2019.
Konferensi yang bertempat di Grand Krakatau Hotel tersebut mengambil tema “Pendidikan Bencana Sebagai Investasi Negara yang Berbudaya Sadar Bencana”.
“Saya berkesempatan untuk menjadi fasilitator di Forum Anak dengan tema Identifikasi Aksi PRB di Banten oleh Anak. Kalau untuk pameran, karena acaranya mengundang anak usia SD, maka kami membawa selebaran mitigasi dan tas siaga. Tadi beberapa anak sudah memadati booth DMC Dompet Dhuafa untuk meminta penjelasan soal langkah mitigasi yang tertera di poster dan isi tas siaga,” ungkap M Syaiban, Staf Pengurangan Risiko Bencana (PRB) DMC Dompet Dhuafa, pada Senin (4/11/2019), dikutip redaksi dompet dhuafa.
Kegiatan terbagi ke dalam dua agenda. Untuk hari kedua, yakni Forum Konsultasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Konsultasi Anak. Beberapa perwakilan guru dan siswa di sekolah sekitaran Provinsi Banten, hadir untuk menjadi peserta dalam konferensi. Selain itu dihadiri pula oleh beberapa lembaga kemanusiaan yang bergelut di bidang kebencanaan beserta dengan dinas pendidikan daerah.
Syaiban menambahkan jika kegiatan tersebut berguna mengingat data yang ditunjukkan oleh Bank Dunia, mengindikasikan sekitar 76% sekolah di Indonesia berada di daerah rawan gempa. Sekitar 60 juta peserta didik akan terdampak.
“Maka dari itu, warga sekolah perlu dibangun kesadarannya. Bahkan perlu membudayakan keseharian berbasis PRB,” tambah Syaiban.





