TEHERAN – Iran menuduh Amerika Serikat (AS) menunggangi aksi unjuk rasa di negaranya dalam memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm) yang sudah menewaskan ratusan demonstran.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilansir AP, dalam pidato di depan anggota pasukan Basij mengatakan bahwa konspirasi tersebut menghabiskan begitu banyak dana dan usaha. Aksi protes, kata dia, didalangi oleh arogansi global yang merujuk kepada AS.
Ditambahkan Rouhani , para pengunjuk rasa dikirimi ASÂ sejumlah uang selama dua tahun untuk memicu aksi demonstrasi.
Amnesty International pada Senin (25/11/2019) telah mencatat setidaknya 143 orang tewas dalam aksi demonstrasi sejak pecah ada 15 November.
Aksi unjuk rasa muncul saat sanksi AS mulai diberlakukan tahun ini. Akibatnya, Iran terpaksa memangkas hampir seluruh ekspor minyak hingga memicu protes terhadap pemerintah.





