F-16 Viper Kawal Angkasa RI

Dua Skadron (24 unit) pesawat tempur versi mutakhir F-16 Fighting Falcon Blok 72 Viper akan memperkuat armada TNI AU mulai 2020 sampai 2024.

SESUAI dengan motto lawas “Si Vis Pacem para Bellum” atau siapa yang ingin berdamai harus siap perang, RI pun terus memperkuat kekuatan militernya, termasuk dengan membeli pesawat-pesawat tempur terkini.

Untuk itu, TNI-AU telah meneken kontrak pembelian dua skadron (24 unit) jet tempur F-16 Fighting Falcon (Elang Tempur) seri teranyar yakni Blok 72 Viper yang telah dimodifikasi atau diupgrade sehingga memiliki kemampuan jauh lebih prima dibandingkan seri-seri terdahulu.

Tidak diketahui nilai kontrak pembelian 24 pesawat itu yang nantinya akan berbasis di Skadron 16 Lanuma Roesmin Nuryadin, Pekanbaru dan Skadron 3 Iswahjudi Madiun dan tiba secara bertahap mulai tahun ini hingga 2024. Menurut catatan, Bulgaria yang membeli delapan unit, nilai kontraknya 1,25 milyar dolar AS atau setara Rp17,06 triliun.

Bagi TNI-AU, jet-jet F-16 bukan barang baru, karena sejak 1990-an juga sudah mengoperasikan seri-seri terdahulu (seri A/B dan C/D), seluruhnya berjumlah 33 unit dan sampai kini masih mengudara.

F-16 Viper Blok 72 yang pertama kali tampil di Air Show Singapura pada 2012 diharapkan bisa beoperasi hingga 2070. Oleh pabriknya, Lockheed Martin, AS, F-16 Viper sudah ditingkatkan keandalannya dengan menggabungkan berbagai kapabilitas dan struktur dari seri-seri tedahulu.

Kelebihannya, a.l. penerapan teknologi desain avionik dan sistem tempur Active Electronically Scanned Array (AESA), sama dengan perangkat lunak yang digunakan pada pesawat generasi kelima F-22 Raptor dan F-35 Super Lightning.

Radar APG-83 AESA buatan Northrop Grumman yang dipasang mampu meningkatkan fleksibilitas dan pengendus sasaran yang lebih tepat dan akurat melalui penyediaan detil sasaran kepada pilot yang belum pernah diberikan sebelumnya serta tampilan peta digital yang dapat disesuaikan dengan fitur perubahan dan dapat diperbesar.

Desain Kokpit Canggih
Kokpit F-16 Block 70/72 juga didisain dengan berbasis tampilan terpusat (Display Pedestal Center – DPC) terbaru yang memberikan citra taktis penting bagi pilot berupa layar radar AESA resolusi tinggi.

DPC menampilkan peta situasi udara bergerak yang berwarna, lebih besar dan lebih mudah untuk dikelola. DPC juga kompatibel dengan sistem pencitraan night vision atau penginderaan malam.

Keandalan F-16 Fighting Falcon dalam berbagai palagan sebenarnya (combat proven) sejak penampilannya pada tahun 1980-an tidak diragukan lagi. Sejauh ini, lebih 3.000 unit F-16 dari berbagai seri dan varian digunakan oleh puluhan negara di dunia termasuk RI.

Dalam pertempuran udara (dog fight) di atas Lembah Bekaa, Lebanon pada 9 dan 10 Juni 1982, 40-an pesawat tempur F-14 Tomcat, F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon AU Israel berhasil merontokkan 90 pesawat MiG-21 Fishbed, MiG-23 Flogger dan Sukhoi SU-22 Fitter milik Suriah.

Saat itu, sekitar 200 pesawat tempur Suriah dikirim untuk menghadang pesawat-pesawat Israel yang baru saja berhasil menghancurkan situs-situs peluncur rudal pertahanan udara Suriah yang digelar di Lembah Bekaa.

Kehadiran dua skadron F-16 Viper tentu akan meningkatkan daya pukul dan daya tangkal kekuatan udara RI menghadapi potensi ancaman dari luar. (Berbagai sumber/NS)

Advertisement