kbknews.id, Jakarta – Laju teknologi yang semakin canggih, turut membawa perubahan demografi donatur. Pada 2019 lalu, tren dengan sistem pembayaran elektronik semakin besar.
Dari hal tersebut berdampak pada tren sistem donasi, dilihat dari info grafis kanal donasi yang paling diminati oleh donatur yaitu banking channel 48,2%, diikuti e-commerce 16,8%, digital payment 21,4% dan stand counter 13,6%. Rata-rata pertumbuhan donatur dalam 3 tahun terakhir tercatat sebesar 54,25%.
“Pada periode 2019, total penerima manfaat dari berbagai program sebanyak 2.475.028 jiwa dengan sebaran di 34 provinsi se Indonesia dan 21 negara. Pada program sosial terdapat penerima manfaat sebanyak 1.922.898 jiwa, pada program kesehatan terdapat 362.654 jiwa penerima manfaat, di program ekonomi sebanyak 94.660 jiwa penerima manfaat, di program pendidikan terdapat 83.683 jiwa penerima manfaat dan di program budaya serta dakwah terdapat 11.133 jiwa penerima manfaat. Maka total penerima manfaat sejak 1993 hingga 2019 mencapai 21.788.903 jiwa,” papar drg. Imam Rulyawan MARS., selaku Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa di public expose 2020.
Tak hanya di dalam negeri saja, kiprah Dompet Dhuafa di kancah Internasional mengalir melalui Tebar Hewan Kurban di wilayah krisis kemanusiaan (Palestina, Vietnam, Myanmar dan Kamboja). Kemudian juga ada bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Mindanau, Filipina.
Saluran donasi juga merambah pada penyelenggaraan kesetaraan kejar paket B dan C untuk Buruh Migrant Indonesia (BMI) di Hongkong, pendirian DD Kitchen di Palestina sebagai pusat produksi logistik pengungsi dan juga pengiriman Dai Ambassador ke 16 negara.





