Gempa Susulan di NTT Hampir 10.000 Kali, Sesar Naik Flores Jadi Pemicu Utama

JAKARTA, KBKNEWS.id — Aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Minggu (30/8/2026) pukul 11.00 WIB, tercatat 9.870 gempa susulan sejak gempa utama terjadi.

Gempa susulan tersebut memiliki kekuatan bervariasi, mulai dari M 1,0 hingga M 6,2. Sebanyak 35 gempa tercatat memiliki magnitudo minimal M 5,0, sedangkan 156 kejadian dirasakan oleh masyarakat.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan tingginya aktivitas gempa susulan berkaitan dengan kondisi tektonik di wilayah Flores.

Menurutnya, pusat gempa utama M 7,7 dan sebagian besar episenter gempa susulan terkonsentrasi di sepanjang Flores Back-arc Thrust atau Sesar Naik Belakang Busur Flores.

Sebagian besar gempa susulan juga terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Kondisi tersebut membuat sejumlah gempa berkekuatan kecil hingga sedang tetap dapat dirasakan masyarakat.

Daryono mengatakan, jumlah gempa susulan yang mendekati 10.000 kejadian menunjukkan proses pelepasan energi dan tegangan tektonik sisa masih berlangsung cukup aktif.

Secara tektonik, gempa utama M 7,7 berkaitan dengan aktivitas sesar naik. Pergerakan tersebut menyebabkan pelepasan tegangan akibat pergeseran naik di sepanjang jalur Sesar Naik Flores.

Meski demikian, Daryono menyebut terdapat sumber gempa lain yang turut aktif. Setidaknya ada empat sumber gempa berkekuatan di atas M 5,0 dengan mekanisme sesar turun atau normal fault, terutama pada kluster Flores Barat.

Dengan demikian, rangkaian gempa di Flores tidak hanya dipengaruhi oleh Sesar Naik Flores, tetapi juga melibatkan sumber-sumber gempa lain di kawasan tersebut.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here