Krisis Pengungsi, Eropa Dianggap Abaikan HAM

Pengungsi Suriah di Belgia/AFP

JENEWA—Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi pengungsi, François Crépeau menilai, sebagian negara Eropa mengabaikan HAM para pengungsi. Menurutnya, Eropa tidak dapat mengelak dari tanggung jawabnya untuk mengatasi krisis pengungsi ini.

Pernyataannya ini disampaikan sebelum gelaran European Union Migration Summit 17-18 Maret 2016 ini. Pemimpin negara-negara Eropa akan membahas kesepakatan baru dengan Turki untuk mengembalikan para pengungsi yang menyeberangi ke Yunani.

“Saya sangat prihatin dengan proposal yang diajukan karena mereka melakukan pengusiran pengungsi degan mengabaikan penilaian yang tepat dan prosedur (penanganan) pencari suaka. Ini bertentangan dengan hukum hak asasi manusia internasional dan Eropa yang menjunjung tinggi prinsip non-refoulement, ” kata Crépeau, seperti dikutip dari ReliefWeb, Kamis (17/3/2016).

Menurutnya, menjadikan turki sebagai penjaga perbatasan (Gatekeeper) tidak membuat Eropa lepas tanggung jawab. Crépeau mengingatkan, peningkatan keamanan dan penutupan perbatasan hanya akan menambah penderitaan para pengungsi. “Ini mendorong mereka untuk melakukan perjalanan yang lebih berisiko dan menjadi penyelundup,” tukasnya.

 

Advertisement