Cileungsi Jadi Zona Paling Merah di Bogor, Lima Kecamatan Lainnya Beresiko Paling Tinggi Penularan Corona

Ilustrasi Pandemi Covid-19 selain sudah menewaskan sekitar 303-ribu orang dan memapar 4,5 juta warga 214 negara (sampai 15/5), juga menimbulkan berbagai persoalan kejiwaan, emosional, ekonomi dan sosial di tengah keluarga.

BOGOR – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor menyatakan Kecamatan Cileungsi sebagai zona paling merah penularan COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Jabar,  Syarifah Sofiah mengatakan di Cileungsi terdapat 62 pasien COVID-19, paling banyak dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Jumlah pasien COVID-19 di kecamatan tersebut meningkat drastis sejak dua pekan terakhir, menyusul jumlah pasien di kecamatan sebelahnya, yakni Gunung Putri yang kini terdapat 33 pasien.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan bahwa masih ada sisa lima kecamatan di Kabupaten Bogor yang menjadi wilayah berisiko tinggi penularan virus corona.

“Lima kecamatan itu Gunung Putri, Bojonggede, Cileungsi, Cibinong, dan Tajur Halang,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Ade Yasin mengatakan, angka reproduksi efektif Kabupaten Bogor masih 1,2 poin berdasarkan Bappenas, sehingga belum bisa melaksanakan fase kenormalan baru atau new normal yang angka reproduksi efektifnya harus di bawah 1 poin.

“Kami terus melakukan upaya untuk menekan angka reproduksi, melalui penambahan jumlah rapid test dan swab di lokasi lokasi keramaian, melakukan tracking, mewajibkan penggunaan masker dan upaya lainnya,” kata Ade Yasin, dikutip Antara.

Advertisement