Banjir Bandang Masamba, 13 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Masih Hilang

Ilustrasi Banjir bandang di Solok Selatan/ Horasnews

MASAMBA – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Mustari mengatakan sebanyak 13 orang meninggal dunia akibatĀ  banjir bandang yang menerjang Masamba,Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Senin (13/7/2020) malam.

“Data sementara ada 13 orang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dua korban sudah teridentifikasi,” ujar saat dikonfirmasi wartawan, Selasa.

Sedangkan korban selamat yang menderita luka-luka hingga saat ini dilaporkan sebanyak 10 orang dan menjalani perawatan di RSUD Andi Djemma Masamba.

Mustari menambahkan, korban hilang sebanyak 38 orang dan masih dalam pencarian, sebagaimana didapat dari informasi SAR Pramuka Posko Peduli pengungsian di TPA Meli Patambua.

Data korban belum bisa divalidasi, tiga orang di Kecamatan Baebunta dan lima orang di kecamatan Masamba yang dilaporkan pihak keluarga korban ke posko BPBD Luwu Utara.

Dari laporan BPBD setempat, banjir bandang darii aliran Sungai Masamba yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi dan limpahan air dari Maipi Kecamatan Masamba.

Banjir tersebut terjadi atas tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Luwu Utara dalam kurun waktu dua hari terakhir, khususnya pada area hulu Sungai Masamba berada di kawasan pegunungan, Kecamatan Rongkong dan Kecamatan Rampi. Musibah tersebut berdampak pada lima kecamatan.

Banjir bandang membawa volume air dalam jumlah besar disertai material lumpur yang mengalir cukup banyak melalui aliran Sungai Masamba menuju titik kota Kecamatan Masamba, ibukota kabupaten setempat hingga merendam sejumlah pemukiman bangunan dan perkantoran di pusat kota.

Kerugian materi, data sementara sebanyak 200-an rumah warga terendam air banjir dengan ketinggian 50-200 centimeter. Sejumlah tiang listrik roboh dan rusak. Satu rumah kayu terbawa arus Sungai Masamba dan Landasan Pacu Bandara Andi Djemma Masamba tertutup material lumpur saat banjir.

Untuk titik pengungsian sementara di empat titik yakni Gedung Remaja Masamba, Gedung DPRD Luwu Utara, Kantor Bupati Luwu Utara Dan RSUD Andi Djemma Masamba (khusus warga yang kurang sehat akibat banjir)

Hingga saat ini tim gabungan masih melakukan pendataan dan menyiapkan fasilitas di pengungsian termasuk melakukan pencarian korban hilang maupun yang terbawa arus, demikian dilaporkan Antara.

Advertisement